Balinetizen.com, Jembrana
Ni Ketut Gitri, salah seorang warga Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kecamatan Mendoyo sementara terpaksa tidur di penggak samping rumahnya. Terlebih belakangan kerap turun hujan.
Pasalnya, sebagian atap rumah yang ia tempati sudah bocor karena lapuk termakan usia. Selain itu, lantai rumah juga kerap tergenang air akibat hujan. Lansia yang berusia 82 tahun ini tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jembrana I Putu Agus Artana Putra, Kamis (31/7/2025) mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan assessment dengan datang langsung ke lokasi.
“Begitu menerima laporan dari Bapak Perbekel, kami langsung ke lokasi untuk melakukan assessment,” ujarnya.
Dari laporan yang ia terima, yang bersangkutan sementara tidur di penggak sejak Senin (28/7/2025) saat turun hujan disebabkan sebagian atap rumah bocor.
Selain itu, sebagian atap rumah semi permanen berukuran 6X5 meter tekah berubah posisi disebabkan angin kencang. Terlebih kayu penyangga atap sudah lapuk lantaran sudah terlalu lama.
“Yang bersangkutan sementara mengungsi di kubu depan rumah. Besok kita lagi assessment untuk tindak lanjut kebutuhan,” ungkapnya. (Komang Tole)

