Bandara Ngurah Rai Siapkan 800 Armada Transportasi dan 265 Extra Flight Jelang Nyepi dan Libur Lebaran

0
203

Balinetizen.com, Badung

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali memastikan kesiapan operasional menjelang Hari Raya Nyepi dan periode libur Lebaran 1447 H dengan menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari tambahan penerbangan hingga penyediaan armada transportasi bagi penumpang.

Manajemen bandara menegaskan bahwa pengaturan penerbangan dan transportasi dilakukan secara matang agar tidak ada penumpang yang terdampar di bandara selama masa persiapan Nyepi.

Pesawat yang melakukan pendaratan terakhir dijadwalkan tiba sebelum bandara ditutup total saat Hari Raya Nyepi. Setelah itu, aktivitas penerbangan di bandara akan dihentikan sementara sesuai dengan ketentuan perayaan Nyepi di Bali.

Untuk mendukung mobilitas penumpang sebelum dan sesudah penutupan bandara, pihak pengelola memastikan ketersediaan transportasi darat tetap aman dan mencukupi.

“Selama masa persiapan Nyepi, kami memastikan transportasi tetap tersedia bagi pengguna jasa. Jangan sampai ada penumpang yang terdampar di bandara karena tidak mendapatkan transportasi,” jelas pihak bandara melalui General Manager (GM) Bandara Ngurah Rai, Nugroho Jati, Minggu (8/3/2026).

Sebagai bentuk kesiapan layanan transportasi, sekitar 800 armada transportasi disiapkan untuk melayani penumpang selama periode operasional sebelum dan sesudah Nyepi.

Rata-rata 65 Ribu Penumpang per Hari

Bandara Ngurah Rai mencatat rata-rata trafik penumpang mencapai sekitar 65.000 penumpang per hari. Namun berbeda dengan bandara lain yang beroperasi sepanjang tahun, Bandara Ngurah Rai memiliki satu hari dalam setahun tanpa aktivitas penerbangan saat Nyepi.

“Kalau di tempat lain ada 365 hari operasional dalam setahun, di Bali hanya 364 hari karena satu hari bandara berhenti total saat Nyepi,” ungkapnya.

265 Extra Flight Disiapkan

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode libur, maskapai juga menyiapkan tambahan penerbangan.
Tercatat terdapat sekitar 265 extra flight yang diajukan maskapai untuk melayani sejumlah rute domestik utama, di antaranya:
Jakarta (Cengkareng)
Surabaya
Labuan Bajo
Balikpapan
Tambahan penerbangan tersebut dilayani oleh beberapa maskapai seperti Lion Group, Pelita Air, Indonesia AirAsia, dan maskapai lainnya.

Baca Juga :  Kecewa Kadis Tidak Hadir, Raker Komisi III DPRD Jembrana Bersama Tiga OPD Batal

Rute Jakarta–Denpasar Masih Terpadat

Berdasarkan tren penerbangan nasional, rute Jakarta (Cengkareng) – Denpasar masih menjadi salah satu jalur penerbangan tersibuk di Indonesia.
Selain rute domestik, penerbangan internasional dari Singapura dan Australia juga masih menjadi pasar utama wisatawan yang datang ke Bali.

Lonjakan trafik penumpang diperkirakan terjadi pada 13 hingga 27 Maret, yang bertepatan dengan dua momentum besar, yaitu: Hari Raya Nyepi, Libur Lebaran dan libur sekolah

Momentum tersebut dinilai menjadi faktor pendorong meningkatnya pergerakan wisatawan ke Bali.

Secara keseluruhan, trafik penerbangan diprediksi mengalami pertumbuhan sekitar:
1 persen untuk penerbangan domestik
3 persen untuk penerbangan internasional
Peningkatan ini menunjukkan tren positif pariwisata Bali yang masih menjadi destinasi favorit wisatawan domestik maupun mancanegara.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here