Blunder dalam Kesepakatan Dagang Indonesia – AS

0
509

 

Balinetizen.com, Jakarta

Meski detail perjanjian belum dirilis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya dan Presiden Prabowo telah mencapai kesepakatan berupa tarif 19% untuk barang-barang Indonesia jika masuk ke pasar Amerika Serikat.

Ini bukan negosiasi dagang namanya. Karena negosiasi dagang berangkat dari “fairness” dan lapangan permainan yang setara -the same playing field-. Dalam Kesepakatan ini (kalau benar adanya) AS medikte Indonesia.

Hal itu diungkapkan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi, Jumat 18 Juli 2025 menanggapi kesepakatan perdagangan antara Indonesia dengan AS.

Jro Gde Sudibya mengatakan, Ekspor Indonesia ke AS tahun lalu hanya US Dolar 12 milyar, sebagian besar produk tekstil, alas kaki, produk permesian dengan tingkat keuntungan (margin) yang umumnya rendah.

“Sedangkan Indonesia harus membeli produk AS yang nilai puluhan triliun rupiah, dengan akses seluas-luasnya bagi produk AS. Kebijakan perdagangan luar negeri yang blunder, patut dipertanyakan kapasitas teknokratis dan bahkan kualitas etis tim ekonomi yang mendampingi Presiden,” kata Jro Gede Sudibya.

Dikatakan, kesannya (semoga kesan ini salah), Presiden gugup dan gagap dalam merespons ancaman perang tarif dari Presiden Trump. Geo Ekonomi Politik global begitu volatile, sehingga negosiasi dagang dalam jangka panjang perlu sikap kehati-hatian. Prudent foreign trade policies yang lebih cerdas dan matang.

Menurut dia, kesepakatan dagang yang kurang cermat, memberikan beban berat terhadap ekonomi dalam negeri, menguras cadangan devisa, menekan nilai rupiah. Kesepakatan dagang yang patut disayangkan.

Sebelumnya diberitakan, kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dengan pemerintah Indonesia menimbulkan kekhawatiran dikalangan pekerja.

Meski detail perjanjian belum dirilis, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut dirinya dan Presiden Prabowo telah mencapai kesepakatan berupa tarif 19% untuk barang-barang Indonesia jika masuk ke pasar Amerika Serikat.

Baca Juga :  Mendulang 42 Medali, Kontingen Dancesport Buleleng Berjaya Di Tabanan Open III 2026

Sedangkan sebaliknya, seluruh produk dari negeri Paman Sam itu akan dibebaskan bea masuk ke Indonesia alias 0%. Dengan kesepakatan ini, Trump mengklaim akan menguntungkan bagi petani, peternak, dan nelayan Amerika Serikat.

Trump menyebut rakyatnya mendapat akses pasar Indonesia yang memiliki populasi lebih dari 280 juta orang secara langsung.

“Indonesia akan membayar kepada Amerika Serikat tarif sebesar 19% atas semua barang yang diekspor ke AS, sementara ekspor AS ke Indonesia akan bebas dari tarif dan hambatan non-tarif,” katanya dikutip dari Bloomberg.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here