Buleleng Borong Tiga Podium Jantra Tradisi Bali VI, Pembinaan Berjenjang Berbuah Prestasi

0
28

 

Balinetizen.com, Buleleng

Komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam melestarikan olahraga tradisional yang sekaligus menyiapkan regenerasi atlet muda kembali membuahkan hasil. Terbukti Kontingen Kabupaten Buleleng sukses meraih tiga podium pada ajang Pacentokan (Lomba) Olahraga Tradisional Jantra Tradisi Bali VI yang merupakan rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Bertanding di Lapangan Timur UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali selama dua hari, Kamis (2/7) hingga Jumat (3/7), kontingen Buleleng berhasil meraih Juara III Pacentokan Hadang Putri, Juara III Pacentokan Terompah Putri, dan Juara III Pacentokan Hadang Putra. Raihan tersebut menjadi bukti nyata keberhasilan pola pembinaan berjenjang yang selama ini diterapkan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mencetak atlet-atlet olahraga tradisional.

Usai kegiatan, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Ariston Adhi Pamungkas mengatakan keikutsertaan Buleleng dalam Jantra Tradisi Bali tidak semata-mata mengejar prestasi, tetapi juga merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian warisan budaya Bali melalui permainan tradisional yang sarat nilai pendidikan karakter.

“Jantra Tradisi Bali bukan sekadar perlombaan, tetapi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk melestarikan budaya. Melalui permainan tradisional, anak-anak belajar sportivitas, tanggung jawab, kerja sama, sekaligus melatih kemampuan berpikir dan strategi,” ujarnya.

Menurut Ariston, pembinaan atlet dilakukan melalui kolaborasi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng. Proses pembinaan diawali dengan seleksi tingkat kabupaten yang melibatkan pelajar SMP pada empat cabang Jantra Tradisi Bali.

Dari hasil seleksi tersebut, peserta terbaik menjalani pembinaan intensif sebelum ditetapkan sebagai wakil Kabupaten Buleleng di tingkat Provinsi Bali. Pada penyelenggaraan tahun ini, kontingen Buleleng diperkuat oleh siswa dari SMP Negeri 1 Sawan, SMP Negeri 6 Singaraja, dan SMP Satu Atap Negeri 1 Banjar yang total keseluruhan peserta berjumlah 31 orang.

Baca Juga :  Sambut Wisatawan Tiongkok Setelah Pandemi, Wagub Cok Ace Minta Tata Pariwisata Bali

Ia menjelaskan, seluruh atlet yang diturunkan merupakan siswa kelas VII dan VIII sesuai ketentuan perlombaan. Skema tersebut menjadi bagian dari strategi regenerasi agar pembinaan olahraga tradisional terus berlangsung secara berkelanjutan.

“Ke depan mekanisme pembinaan akan terus kami evaluasi dan sempurnakan agar prestasi Buleleng semakin meningkat. Ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap visi dan misi Bupati Buleleng dalam pelestarian budaya daerah,” kata Ariston.

Ia juga mengajak para pelajar untuk kembali mencintai permainan tradisional sebagai warisan budaya yang mampu membentuk karakter generasi muda.

“Permainan tradisional melibatkan kemampuan motorik, strategi, sportivitas, dan tanggung jawab. Di tengah perkembangan teknologi saat ini, permainan seperti ini menjadi alternatif yang baik agar anak-anak tidak hanya bergantung pada gawai. Mari kita hidupkan kembali permainan tradisional mulai dari sekolah hingga desa,” ajaknya.

Sementara itu, salah seorang Pembina Kontingen Jantra Tradisi Bali Kabupaten Buleleng, Putu Budiarta Mandala, mengatakan persiapan atlet telah dilakukan lebih dari satu bulan sebelum perlombaan. Khusus tim dari SMP Negeri 1 Sawan, latihan difokuskan pada penguatan strategi permainan serta peningkatan kondisi fisik melalui latihan di pantai selama dua pekan.

“Setiap tahun kami melakukan evaluasi terhadap teknik maupun strategi permainan. Penguatan fisik juga menjadi perhatian utama agar anak-anak mampu tampil maksimal saat bertanding,” katanya.

Menurut Budiarta Mandala, regenerasi atlet menjadi perhatian penting karena peserta berasal dari siswa kelas VII dan VIII. Dengan pola pembinaan tersebut, sekolah dapat terus menyiapkan atlet-atlet muda yang siap mewakili Kabupaten Buleleng pada penyelenggaraan Jantra Tradisi Bali di tahun-tahun mendatang.

Ia berharap keberhasilan yang diraih tahun ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai dan melestarikan olahraga tradisional Bali.

Baca Juga :  Mendagri: Penegakan hukum PPKM harus tegas namun humanis dan manusiawi

“Permainan tradisional sangat baik dikenalkan kembali kepada anak-anak. Selain menyehatkan, permainan ini membangun kebersamaan, melatih ketangkasan, serta menjadi cara efektif mengurangi ketergantungan terhadap gadget. Harapan kami, melalui ajang seperti ini permainan tradisional semakin berkembang di sekolah maupun desa sehingga warisan budaya Bali tetap lestari,” pungkasnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here