Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta Hadiri Karya Tawur Balik Sumpah di Pura Luhur Uluwatu

0
32

Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri karya Tawur Balik Sumpah Agung (Catur Niri) di Pura Luhur Uluwatu, Jumat (3/7). 

Balinetizen.com, Badung

Desa Adat Pecatu menggelar upacara Tawur Balik Sumpah Agung (Catur Niri) di Nista Mandala, Kawasan Pura Luhur Uluwatu Pada Sukra Umanis Langkir, Jumat (3/7). Upacara yang merupakan bagian dari rangkaian Pujawali Pedudusan Agung dan Tawur Balik Sumpah Agung ini dipuput oleh Ida Pedanda Gede Putra Telaga dari Griya Telaga Sanur, dan Ida Pedanda Gede Made Darma Kerti dari Griya Saraswati. Rangkaian Padudusan Agung tersebut digelar setiap lima tahun sekali, dengan puncak piodalan jatuh pada Anggara Kasih Medangsia, Selasa (7/7) mendatang.

Hadir dalam upacara tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Sekda Badung IB. Surya Suamba dan jajaran Kepala OPD di Lingkup Pemkab Badung, Wakil DPRD Provinsi Bali, Camat Kuta Selatan, Ketua Organisasi Kewanitaan Kabupaten Badung, Bendesa Adat Pecatu, serta ribuan krama dan pemedek.

Bupati Wayan Adi Arnawa mengatakan upacara Tawur Balik Sumpah Agung memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai pelaksanaan ritual keagamaan, tetapi juga sebagai prosesi penyucian alam semesta secara sekala dan niskala.

“Ini adalah karya utama yang luar biasa. Tidak sekadar melaksanakan kegiatan keagamaan, tetapi juga mengandung makna penyucian jagat secara sekala dan niskala. Dengan penyucian inilah Bali tetap bersinar dan tetap menjadi daerah yang penuh kerahayuan,” ujarnya saat ditemui setelah upacara.

Dia menambahkan, pelaksanaan upacara tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan dharma agama sekaligus dharma negara, yang mengingatkan seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga persatuan, meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta memohon keselamatan bagi Badung, Bali, maupun Nusantara.

Baca Juga :  Trump, Putin Berkelakar tentang Bagaimana “Singkirkan” Wartawan

Pada kesempatan itu, Bupati itu juga memastikan Pemerintah Kabupaten Badung memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan seluruh rangkaian upacara. Pemkab Badung mengalokasikan anggaran sekitar Rp 2 miliar melalui Dinas Kebudayaan Badung untuk mendukung pembiayaan upacara tawur hingga puncak karya. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan adat, agama, dan budaya, mengingat Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu Pura Sad Kahyangan yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat Hindu di Bali.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan upacara ini, sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat. Sekaligus kita subakti majeng ring Ida Bhatara. Subakti majeng ring Ida Bhatara untuk selalu kita diberikan kesehatan, kerahayuan,” ungkap Adi Arnawa seraya berharap situasi yang aman, nyaman, dan damai di Badung dapat terus terjaga karena menjadi modal utama keberlangsungan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Sementara itu, Bendesa Adat Pecatu, I Made Sumerta menjelaskan upacara Tawur Balik Sumpah Agung merupakan piodalan yang dirangkaikan dengan Padudusan Agung. Piodalan rutin digelar setiap enam bulan sekali, sedangkan Padudusan Agung berlangsung setiap lima tahun sekali. Adapun Panca Wali Krama dilaksanakan setiap sepuluh tahun.

“Ini perlu kami luruskan agar masyarakat tidak keliru. Yang dilaksanakan sekarang adalah piodalan yang dirangkaikan dengan Padudusan Agung lima tahunan, bukan Panca Wali Krama,” jelasnya.

Sumerta menambahkan, pelaksanaan piodalan tidak hanya mendapat antusiasme umat Hindu, tetapi juga menarik perhatian wisatawan mancanegara yang ingin menyaksikan langsung prosesi adat dan keagamaan khas Bali.

“Banyak yang belum pernah melihat prosesi seperti ini di negaranya, sehingga secara tidak langsung ikut menjadi media promosi budaya Bali kepada dunia. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban agar seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung lancar,” imbaunya.

Baca Juga :  Paslon Usungan KIM Plus Sugawa Korry - Suardana Mendaftar Ke KPU Buleleng Dengan Jargon Membangun Dan Melayani Masyarakat Buleleng Tanpa Korupsi

Penglingsir Puri Agung Jro Kuta sekaligus Pangempon Pura Luhur Uluwatu, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya alias Turah Joko, mengatakan pelaksanaan Tawur Balik Sumpah Agung memiliki makna penyucian alam semesta. Melalui upacara tersebut, umat Hindu memohon agar keseimbangan antara Bhuana Alit dan Bhuana Agung kembali harmonis dan suci.

“Acara hari ini tidak lain adalah kita bagaimana kita mensucikan bumi. Karena tawur adalah untuk kita mengembalikan Bhuana Alit dan Bhuana Agung supaya kembali suci. Itu harapan kita,” terangnya. (RED-BN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here