Bupati Gus Fawait Kembali Tinjau Pasar Tanjung, Kawal Revitalisasi Rp250 Miliar

0
34

Balinetizen.com, Jember

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait kembali melakukan peninjauan langsung ke Pasar Tanjung bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jember, Rabu (16/9/2026

Kunjungan tersebut menjadi peninjauan keempat sejak Gus Fawait dilantik sebagai Bupati Jember. Agenda ini dilakukan untuk memastikan kondisi perdagangan lokal tetap kondusif sekaligus mengawal rencana pembenahan fasilitas pasar.

Dalam peninjauan itu, Gus Fawait menegaskan komitmen Pemkab Jember untuk terus memberikan perhatian kepada pedagang kecil dan pelaku usaha mikro di Pasar Tanjung.

Salah satu kebijakan yang disoroti adalah penurunan tarif retribusi pasar yang disebut telah menjadi bagian dari komitmen awal pemerintahannya.

“Kami sudah memenuhi janji awal sebelum resmi berkantor di pendopo dengan memangkas biaya pajak/retribusi pasar bagi pedagang. Selanjutnya, yakni saat menggelar kunjungan kerja bersama Gubernur Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok,” ujar Gus Fawait.

Gus Fawait menyampaikan bahwa Pemkab Jember terus melakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR dalam rangka pembenahan infrastruktur Pasar Tanjung.

Menurut keterangannya, koordinasi tersebut membuahkan dukungan dana APBN kurang lebih Rp250 miliar untuk rencana revitalisasi Pasar Tanjung secara menyeluruh.

Selain pembenahan infrastruktur, pemerintah juga menyampaikan sejumlah program yang berkaitan dengan kesejahteraan pedagang, antara lain pembangunan musala di area pasar, penyaluran beasiswa pendidikan bagi anak-anak pedagang, serta jaminan BPJS Kesehatan gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC).

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait menegaskan bahwa rencana pembenahan Pasar Tanjung tidak mengusung konsep penggusuran, melainkan penataan yang berkeadilan dengan memperhatikan kepentingan para pedagang.

Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian adalah pengaturan jam berdagang antara pedagang di lantai bawah dan lantai atas.

“Konsep kami adalah penataan agar seluruh pihak bisa sama-sama tumbuh dan mencari nafkah. Pedagang di lantai atas maupun bawah sama-sama rakyat kecil yang sedang berjuang. Karena itu, penataan difokuskan pada ketertiban jam operasional agar tidak mengganggu satu sama lain,” jelasnya.

Baca Juga :  Tak Bergeming, Tanah Desa Adat Buleleng Dua Kali Digugat

Ia menambahkan, pengaturan jam operasional diharapkan dapat menciptakan ketertiban tanpa mengurangi kesempatan pedagang untuk mencari nafkah.

Gus Fawait menjelaskan bahwa dirinya memilih melakukan kunjungan di luar jam sibuk pasar agar dapat berdialog secara lebih leluasa dengan para pedagang.

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memastikan aspirasi yang diterima benar-benar menggambarkan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Mengakhiri kunjungannya, Bupati Jember menyampaikan rasa syukur atas berbagai program kesejahteraan yang telah berjalan. Ia juga mengajak seluruh masyarakat di kawasan Pasar Tanjung untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan pemerintah.

( Bam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here