Balinetizen.com, Buleleng
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra beserta Ibu bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, unsur DPRD Buleleng, dan Sekda Buleleng, Gede Suyasa beserta Ibu melakukan Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) penataan Titik Nol Kota Singaraja, pada Jumat, (20/2/2026).
Sebelum dilakukan peletakan batu pertama penataan titik nol Kota Singararaja, pengerjaan penataan Titik Nol Kota Singaraja telah berlangsung selama tiga hari. Dimulai dari perobohan beberapa bangunan dan penataan pohon di areal Rumah Jabatan Bupati Buleleng dan Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja,
Usai melakukan peletakan batu pertama diareal rumah jabatan bupati dan di eks gedung Laksmi Graha Singaraja, Bupati Sutjidra mengatakan bahwa pengerjaan proyek itu sudah berlangsung selama 3 hari, dan kini dilakukan ground breakingnya. Dan dengan melihat pengerjaan yang cukup lancar itu, maka optimis penataan titik nol Kota Singaraja akan tuntas sesuai dengan rencana.
“Pengerjaan penataan titik nol Kota Singaraja merupakan upaya menata kawasan bersejarah yang ada di Kabupaten Buleleng khususnya di Kota Singaraja,” ujarnya.
“Mengenai sumber
anggarannya dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 25 milyar yang terealisasi sebesar Rp 24,3 milyar dengan pengerjaan selama 150 hari,” terang Bupati Sutjidra.
Disinggung terkait pro kontra penataan ini, Bupati Sutjidra mengakui sikap pro dan kotra dari masyarakat akan penataan titik nol Kota Singaraja pasti terjadi.
“Kami meyakini program penataan kawasan bersejarah di Kota Singaraja berdampak positif untuk masyarakat. Terutama menjaga nilai-nilai sejarah yang sebelumnya jauh berubah,” tegasnya.
Lebih lanjut dijelaskan penataan lobi Kantor Bupati juga akan di desain menjadi tempat menerima tamu atau tempat masyarakat ketika ingin ‘Mesadu’. Dan juga di kawasan puri secara berkelanjutan akan dibenahi.
“Semua bangunan bersifat heritage dengan tidak ada lagi tembok-tembok tinggi. Lobi Bupati juga akan dikembalikan seperti dahulu menjadi tempat menerima tamu dan untuk kegiatan masyarakat jika ingin ‘mesadu’ atau berdiskusi,” pungkas Bupati Sutjidra. GS

