Bupati Sutjidra Panen Raya 3 Ton Bandeng Premium, Menuju Pasar Internasional Melalui Hilirisasi!

0
41

Balinetizen.com, Buleleng

Ikan bandeng menjadi salah satu komoditas yang dibudidayakan di kawasan lepas pantai Desa Sumberklampok. Kini, hasilnya telah dilirik dan diekspor ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Filipina. Tidak hanya ikan bandeng dan bibitnya, sumber daya manusia (SDM) lokal yang mengelolanya pun diakui kualitasnya.

Proses budidaya ini dilakukan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bunga Indah di bawah binaan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng. Bibit bandeng (nener) dipilih dan dipelihara dengan masa pemeliharaan selama hampir enam bulan, atau tepatnya 5 bulan 17 hari, hingga siap dipanen.

Hari ini, Jumat (29/5), tiba waktu panen perdana yang diikuti langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Ketua TP PKK Buleleng Ny. Wardhany Sutjidra berlokasi di Keramba Jaring Apung (KJA) Desa Sumberklampok. Turut mendampingi beberapa Kepala OPD di lingkup Pemkab Buleleng dan Penyuluh Perikanan Desa Patas, Kecamatan Gerokgak.

Pada panen perdana ini, volume ikan yang berhasil diangkat diperkirakan mencapai 3 ton dengan klasifikasi berat kisaran 3-4 ekor perkilo dari total 16 kolam aktif. Keseluruhan hasil panen diperkirakan memiliki potensi sebanyak 8 ton panen ikan bandeng dengan ukuran siap ekspor.

Terkait hal itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, menyampaikan bahwa budidaya ini, selain diperuntukkan untuk mendukung ketahanan pangan sesuai dengan kebutuhan, juga didorong untuk memberikan nilai ekonomi yang lebih kepada petani dan nelayan yang ada di Desa Sumberklampok.

“Mudah-mudahan keberhasilan ini menjadi contoh atau model yang memotivasi kelompok-kelompok lainnya dalam mengembangkan budidaya ikan bandeng, khususnya di wilayah Kecamatan Gerokgak,” ujar Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.

Melihat potensi yang begitu besar, Pemkab Buleleng berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan di sektor tersebut. Tercatat ada lebih dari 60 kelompok nelayan yang aktif dan turut serta mendukung budidaya ikan bandeng dengan menargetkan kejayaan sektor perikanan lokal, sekaligus mengukuhkan wilayah ini sebagai sentra produksi utama atau “Kampung Bandeng” yang diakui secara nasional.

Baca Juga :  Mahfud MD Apresiasi Usulan Dewan Pers untuk Atur Platform Digital

Ditemui di lokasi yang sama, Kadis Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng Gede Melandrat, menyampaikan bahwa komoditas yang ditanam sejak Desember lalu ini berhasil dipanen dalam waktu 5–6 bulan berkat kondisi air laut yang mendukung.

“Proyek demplot percontohan ini bertujuan memaksimalkan potensi laut demi ekonomi masyarakat pesisir. Tidak hanya berfokus di sektor hulu, program ini juga mendorong hilirisasi melalui unit usaha bandeng cabut duri guna mendongkrak nilai jual produk. Pemerintah berkomitmen untuk terus mengedukasi nelayan agar wilayah Gerokgak sukses menjadi pusat budidaya bandeng premium,” tutup Kadis Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng pada kegiatan panen hari ini. (RED-BN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here