Balinetizen.com, Badung
Jumlah kasus Demam Berdarah (DB) di Pulau Bali periode Januari – Maret 2023 mencapai 1825.
Hal ini diungkap Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P)Â Dinas Kesehatan Provinsi Bali Wayan Widia.
“Angkanya mencapai 1825 kasus kita sama dengan di Jawa Barat artinya tinggi juga,” kata Kabid P2P Wayan Widia di Legian, Kuta, Badung, Senin (13/3/2023).
Menurutnya, nomor 1 adalah Jawa Barat baru kemudian disusul Provinsi Bali.
“Karena ini yang pertama pengaruh cuaca sehingga peningkatan kasus demam berdarah sangat signifikan di bulan Februari,” imbuhnya.
Dengan kenaikan jumlah kasus ini, Dinas Kesehatan Bali tengah melakukan program teknologi Wolbachia di dua kabupaten di Bali yang merupakan program Kemenkes RI.
“Salah satu upaya yang dilakukan pihaknya adalah mengajak masyarakat untuk melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk). Tapi kelihatannya belum optimal juga,” katanya.
Pihaknya juga telah melakukan uji coba nyamuk dengan teknologi bakteri Wolbachia yang sedang berproses di Buleleng dan Denpasar.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali di Kota Denpasar per Januari 2023 mencapai 296 kasus sementara di Februari turun jadi 256 kasus.
Sementara Buleleng di Januari 2023 mencapai 106 kasus di Februari meningkat menjadi 133 kasus.
Pewarta : Tri Prasetiyo

