Dana Parkir Mobil Rp.250 M Sebaiknya Digunakan Penyelamatan Kawasan Danau Batur dan Gunung Tampurhyang

0
49
ilustrasi

Balinetizen.com, Denpasar –

 

“Satya Wacana” dengan Sat Kerthi Loka Bali, Dana Rp.250 M tahun 2026 Semestinya Dialokasikan untuk Penyelamatan dan Pemulyaan Kawasan Danau Batur dan Gunung Tampurhyang
I
Hal itu dikatakan Jro Gde Sudibya, intelektual Bali, bermukim di Desa Tajun , “Kaja Kangin” Bukit Sinunggal, pengamat kecenderungan masa depan, Senin 27 April 2026.

Dikatakan, rencana proyek “berlabel” percepatan pembangunan infrastruktur tahun 2026 untuk pembangunan gedung parkir bertingkat di Pura Gede Batur senilai Rp.250 M, sebaiknya dipergunakan untuk penyelamatan dan pemulyaan kawasan Danau Batur dan Gunung Tampurhyang.

Menurutnya, dasar penyelamatan dan pemuliaan alam Batur adalah konsistensi visi Sat Kerthi Loka Bali, dalam perspektif teo-filosofi masyarakat Hindu di Bali, dalam bahasa sederhananya, “menghadirkan” Tuhan dan Sorga di dunia.

Dikatakan, berangkat dari implementasi Sraddha, keimanan di atas, Gunung Batur dan ekosistem penunjangnya yang merupakan simbol Lingha Pakulun Ida Bhatari Dewi Danu, sumber dan “pemberi” kemakmuran semestinya diselamatkan dan dimulyakan.

Menurut Jro Gede Sudibya, seturut dengan penyelamatan dan pemulyaan Danau Batur, penyelamatan dan pemulyaan Gunung Tampurhyang. simbolik Lingha Tuhan Wisnu, dalam sistem keyakinan Bali sebagai Padma Bhuwana.

Program komprehensif penyelamatan dan pemulyaan Danau Batur, menyebut beberapa:

a.Penanaman kembali hutan di semua desa Lintang Danu terutama di sisi Timur yang dalam beberapa dasa warsa terakhir mengalami alih fungsi lahan. Program reboisasi berkelanjutan dengan melibatkan Desa Pakraman.

b.Melakukan normalisasi Tukad Balingkang di sisi Timur, untuk menghindarkan aliran lumpur dari arah Timur Danau masuk ke Danau Batur melalui Desa Songan.

c.Melakukan penyedotan lumpur secara hati-hati di kawasan danau batur dan program “pembersihan” lainnya untuk mengembalikan kesucian Danau Batur dan mengembalikan air Danau Batur bersih dan sehat tanpa risiko potensi keracuan sebut saja zat besi jenis mercuri.

Baca Juga :  Anggota DPRD Badung Nyoman Satria Hadiri Karya Atma Wedana dan Manusa Yadnya di Desa Adat Mengwi

d.Menata kembali kontur ruang di semua Desa Lintang Danu, untuk menghindarkan risiko longsor dan sejenisnya yang sering terjadi dan banyak memakan korban.

e.Memetakan simpul-simpul Desa, Banjar miskin di kawasan tsb., yang kemudian didukung oleh program pengentasan kemiskinan terpadu dan berkelanjutan. Sudah tentu merupakan sebuah ironi, di Kawasan Danau Batur yang merupakan simbol kemakmuran, sebagian krama tertatih-tatih hidup dalam kemiskinan berkepanjangan?

Dikatakan, program komprehensif penyelamatan dan pemulyaan Gunung Tampurhyang meliputi:

a.Menertibkan secara keras, wisata naik gunung dengan mobil dan motor, dengan merusak dan “ngeletehin” Gunung Tampurhyang. Masak dengan uang Rp.500 ribu per wisatawan, kita rusak Gunung Tampurhyang?

b.Dari perspektif sejarah kepemimpinan Bali tempo dulu yang membanggakan, kawasan hutan tempat Ida Dalem Waturenggong “newa sraya” dari Toya Mampeh mendaki Gunung Tampurhyang dari sebelah barat semestinya direhabilitasi. dikembalikan fungsinya sebagai tempat “metirtha yatra” terbatas dan bertanggung-jawab.

c..Ekspansi, pengrusakan hutan Gunung Tampurhyang sudah berlangsung massif, mesti segera ditertibkan. Reboisasi secara menyeluruh, rehabilitasi kawasan secara maksimal, menutup villa yang ada :ring madyaning” Gunung Tampurhyang Merehabilitasi kawasan, termasuk Enjung yang disebut dengan Enjung Julia Robert, tempat shooting film oleh bintang holywood yang ternama itu. Pejabat kehutanan yang bertanggung-jawab terhadap proses kerusakan hutan mesti dimintakan pertanggungjawaban.

Menurut Jro Gede Sudibya, Gunung Batur meletus tahun 1926, telah berlangsung 100 tahun lalu. Desa di bawah Bumbung Klambu pindah sementara ke Desa Bayung Gede dan kemudian menetap penduduknya sekarang di Desa Batur.

“Penyelamatan dan pemulyaan Danau Batur dan Gunung Tampurhyang, merupakan “momenth of truth” bagi perayaan 100 tahun letusan Gunung Batur. Dalam bahasa filosofi sejarah sedang terbentuk di kawasan yang dimulyakan dan disucikan tsb,” katanya.

Baca Juga :  Tembus penjagaan ketat, warga Korsel membelot ke Korea Utara

Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster kembali menorehkan pencapaian signifikan. Upaya meyakinkan pemerintah pusat berbuah manis, setelah usulan anggaran infrastruktur strategis senilai Rp1,549 triliun disetujui penuh oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggodo.

“Astungkara, usulan kita dari Bali disetujui Bapak Menteri PUPR,” ujar Gubernur Koster.

Dana jumbo tersebut akan dialokasikan untuk beberapa proyek prioritas. Pembangunan lanjutan shortcut Singaraja – Mengwitani akan mendapat porsi terbesar, yakni Rp773 miliar, yang akan cair bertahap pada tahun anggaran 2025 dan 2026.

Selain itu, usulan baru senilai Rp776 miliar juga disetujui untuk mendanai sejumlah proyek krusial seperti Gedung Parkir Kawasan Pura Batur: Anggaran Rp250 miliar pada 2026 untuk mengatasi kemacetan saat upacara Ngusaba Purnama Kedasa.

Kemudian Jalan Underpass Jimbaran, Badung: Anggaran Rp354 miliar pada 2026 untuk mengurai kemacetan parah di jalur wisata Badung Selatan, serta Jembatan Nusa Ceningan – Nusa Lembongan, Klungkung: Dana Rp112 miliar untuk mengatasi kemacetan di kawasan wisata dan meningkatkan konektivitas dan ada juga Embung Tukad Unda, Klungkung: Anggaran Rp60 miliar pada 2026 untuk memenuhi kebutuhan air di Pusat Kebudayaan Bali (PKB).

Jurnalis Nyoman Sutiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here