Delegasi Pertamuda 2025 Kunjungi Konjen RI di San Francisco, Perkuat Ekspansi Global Startup Mahasiswa Indonesia

0
61

Caption: tim Pertamuda Seed and Scale 2025 saat mengunjungi KJRI di San Francisco, USA di sela-sela acara Startup Grind Conference 2026

 

Balinetizen.com, San Francisco, Amerika Serikat 

Dalam rangkaian agenda internasional di Amerika Serikat, delegasi Pertamuda Seed & Scale 2025 melaksanakan kunjungan resmi ke Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di San Francisco. Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam memperkuat koneksi antara startup mahasiswa Indonesia dengan dukungan pemerintah di tingkat global.

Para delegasi Pertamuda berkesempatan bertemu langsung dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia di San Francisco. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Konjen, Yohpy Ichsan Wardana. Turut hadir dari pihak KJRI Ali M Sungkar selaku Consul for Economic Affairs, Monica Sonya Maria Purba selaku Consul for Information & Sociocultural Affairs, dan Fanny J Perdani selaku Vice Consul for Economic Affairs.

Delegasi TOP 3 Pertamuda yang hadir adalah Drillytics yang diwakili oleh Khairunisa Aulia Rahma dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Cargovision dari Institut Teknologi Bandung (ITB) diwakili oleh Alessandro Jusack Hasian, NauticalNurture dari Universitas Airlangga diwakili oleh Albert Rafael, Orionex dari Universitas Gadjah Mada diwakili oleh Bellatrix Antameng, Terangin dari Institut Teknologi Sepuluh November diwakili oleh Muhammad Hanif, Velaaris dari Universitas Indonesia diwakili oleh Marchell Manullang, serta Hieren dari Universitas Jenderal Soedirman yang diwakili oleh Rafi Ashza Sejati.

Kehadiran para delegasi Pertamuda didampingi oleh Audy A Nasution selaku Senior Expert Non-Government Relations PT Pertamina (Persero), dan ⁠Grace Jeanie selaku Project Director Pertamuda Seed and Scale.

Turut hadir pada kesempatan tersebut perwakilan PERMIAS (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat) yaitu Janice Leang (UC Berkeley), ⁠Sean Hendrata (UC Berkeley), ⁠Jayden Surjanto (UC Berkeley), ⁠Maulana Adzima (UC Berkeley), dan ⁠Jessica Siek (Academy of Arts).

Baca Juga :  Wakapolres Klungkung Bagikan Masker Kepada Para Pekerja di Pesisir Pantai Kusamba

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, membahas berbagai peluang pengembangan startup Indonesia di pasar internasional, termasuk potensi kolaborasi, akses jejaring, hingga dukungan diplomatik yang dapat membuka jalan bagi ekspansi global.

Vice President Corporate Communication (VP Corcomm) PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron menegaskan bahwa kolaborasi antara BUMN dan perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri memiliki peran krusial dalam memperkuat langkah startup nasional di tingkat global.

“Kami meyakini bahwa sinergi lintas ekosistem, termasuk dengan perwakilan pemerintah Indonesia di luar negeri, akan menjadi faktor kunci dalam memperluas akses dan memperkuat daya saing startup Indonesia di pasar global,” ujarnya.

Interaksi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang diskusi strategis mengenai bagaimana startup mahasiswa Indonesia dapat semakin adaptif dan kompetitif di tengah dinamika ekosistem global.

Para delegasi turut memperkenalkan inovasi yang mereka kembangkan, sekaligus mendapatkan insight terkait peluang dan tantangan memasuki pasar luar negeri, khususnya di kawasan Amerika Serikat.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kehadiran delegasi Pertamuda di berbagai forum internasional, termasuk kunjungan ke KJRI, merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia dalam mengembangkan inovasi mereka hingga ke tingkat global.

Program Pertamuda yang diinisiasi oleh PT Pertamina (Persero) terus berkomitmen menjadi wadah pengembangan wirausaha muda berbasis inovasi, khususnya di sektor energi dan teknologi.

Tidak hanya berfokus pada kompetisi, program ini juga memberikan akses pembinaan, mentoring, serta eksposur ke ekosistem global guna membekali para peserta dengan kesiapan menghadapi pasar internasional.

Kunjungan ke KJRI San Francisco ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat dukungan lintas negara bagi startup mahasiswa Indonesia, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan global.

Baca Juga :  BPBD Kota Denpasar Gelar Bimtek Bagi 100 Orang Anggota TRC Tekankan Materi Seputar Kebijakan Penanganan Bencana

Dengan dukungan yang semakin solid, startup Indonesia diharapkan mampu berkembang lebih pesat dan berkontribusi dalam menghadirkan solusi inovatif di tingkat dunia.

Tentang Pertamuda Seed & Scale

Pertamuda Seed & Scale merupakan program unggulan PT Pertamina (Persero) yang berfokus pada pengembangan startup mahasiswa di Indonesia. Sejak diluncurkan 5 tahun lalu, program ini telah melibatkan lebih dari 14 ribu mahasiswa dari ratusan perguruan tinggi, serta melahirkan berbagai inovasi bisnis yang berdampak.(BN-rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here