Desa Adat Buleleng Menggelar Festival Pengerupukan II Dengan Konsep Parade

0
183

 

Balinetizen.com, Buleleng

Tingkatkan kreativitas yowana, Desa Adat Buleleng kembali menggelar Pengerupukan Festival. Kali ini diselenggarakan untuk kedua kalinya dengan konsep Parade.
“Di tahun ini pengerupukan festival lebih memilih konsep parade daripada lomba. Bahkan pengrupukan festival ini bisa menjadi event tahunan masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN). Artinya festival ini berpotensi masuk dalam agenda KEN. Namun, terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya festival tersebut minimal sudah digelar sebanyak tiga kali,” demikian dijelaskan Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Buleleng, Gede Dody Suksma Oktiva Aksara, pada Jumat, (23/1/2026) usai rapat dengan para yowana Desa Adat Buleleleng.

Ia menyebut Pemkab. Buleleng mendukung penuh terhadap pelaksanaan Pengerupukan Festival Desa Adat Buleleng.
“Festival ogoh-ogoh memiliki potensi besar untuk masuk dalam agenda nasional, tentunya sesuai dengan syarat yang telah ditentukan,” tegas Kadis Dody.

“Dengan konsep parade yang menonjolkan kreativitas dan kebersamaan, maka Pengerupukan Festival II diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya Buleleng di tingkat regional maupun nasional,” tandasnya.

Kelian Desa Adat Buleleng, Jro Nyoman Sutrisna menerangkan bahwa Pengerupukan Festival II sepenuhnya melibatkan yowana, baik sebagai peserta parade maupun dalam kepanitiaan. Hal ini menjadi bentuk dukungan penuh desa adat terhadap kreativitas generasi muda.

“Tahun ini kami adakan parade ogoh-ogoh dengan branding yang sama, yakni Pengerupukan Festival II. Kami membebaskan yowana untuk berekpresi. Bahkan ogoh-ogoh anak-anak juga diperbolehkan ikut parade. Setiap banjar adat akan menampilkan maksimal lima ogoh-ogoh yang menjadi tanggung jawab masing-masing banjar adat,” ujarnya.

Menurut Jro Sutrisna, keputusan tersebut merupakan hasil kesepakatan yowana Desa Adat Buleleng, agar pelaksanaan festival lebih menekankan nilai kebersamaan antar yowana di 14 banjar adat. Yangmana nelalui konsep parade, para yowana diberikan ruang berekspresi tanpa tekanan kompetisi.

Baca Juga :  Wabup Hadiri HUT STT. Suka Karya dan Buka Festival Lomba Tari se-Bali

“Kami berharap Pengerupukan Festival Desa Adat Buleleng ke depan dapat masuk dalam agenda Kharisma Event Nusantara. Untuk itu, sinergi dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat. Dan kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, khususnya Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata. Pada Pengerupukan Festival pertama, kegiatan ini disaksikan langsung oleh Ibu Wakil Menteri Luh Puspa. Kami berharap tahun ini beliau bisa hadir kembali, dan ke depannya festival ini dapat masuk dalam agenda KEN,” pungkasnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here