Desa Sidan Kawinkan Wisata Agro dan Wisata Bali Kuno

0
469
Perbekel Sidan mengaku tidak kapok dengan pengembangan desa wisata. "Sekarang kami kembangkan Desa Wisata Kuno yang dikawinkan dengan wisata agro," jelas Perbekel Sidan, Wayan Sukra Suyasa, Kamis (15/10/2020). 

Balinetizen.com, Gianyar-

 

Desa Sidan, Gianyar terus berupaya mengembangkan potensi wilayahnya. Sebelumnya desa ini mengembangkan desa wisata, namun gagal karena potensi yang digali tidak diminati wisatawan. Kali ini Perbekel Sidan mengaku tidak kapok dengan pengembangan desa wisata. “Sekarang kami kembangkan Desa Wisata Kuno yang dikawinkan dengan wisata agro,” jelas Perbekel Sidan, Wayan Sukra Suyasa, Kamis (15/10/2020).
Untuk wisata agro langkah yang dilakukannya dengan mewujudkan Desa Sidan sebagai penghasil produk pertanian organik. Sedangkan di wilayahnya terdapat 7 subak dengan luas total 65 hektar. Dikatakannya untuk mengajak petani ke pertanian organik, tidak mudah, bahkan dirinya setiap hari terjun ke petani memberikan sosialisasi dan support. Akhirnya dengan usahanya, 7 subak di wilayahnya sepakat mewujudkan Desa Sidan sebagai penghasil beras organik.
Tujuh subak tersebut adalah Subak Taman Bali, Penempan, Bakbakan, Labak, Tengkung dan Subak Kualon. Dari keseluruhannya terdapat 306 petani menggarao lahan tersebut. “Keseluruhan petani sudah sepakat untuk mewujudkan pertanian organik, jadi dibTahun 2021 Desa Sidan sudah menghasilkan beras organik,” jelasnya bangga.
Dikatakannya, untuk meyakinkan petani ke arah organik, sebelumnya di Subak Taman Bali sudah uji coba penanaman padi organik seluas 2 hektar. Dikatakannya hasil panennya secara kuantias belum memenuhi harapan, namun secara kualitas sudah menunjukkan hasil positif. “Percontohan organik sudah panen 2 hektar, kini uji coba lagi seluas 6 hektar, sehingga di Tahun 2021 seluruh subak sudah pertanian organik,” jelasnya lagi
Tidak saja mengembangkan pertanian organik, pada akses sekunder, jalan subak diperlebar menjadi 1,5 meter. Hal ini selain mempermudah memasukkan traktor ke lahan pertanian, juga akan digunakan sebagai lintasan tracking bagi wisatan yang menikmati agrowisata. “akses pertanian itu juga digunakan sebagai akses tracking wisatawan, akaesnya sudah terwujud, tinggal penataan,” bebernya.
Dengan mengawinkan Desa Wisata Kuno denga  wisata agro, diyakininya pengembangan pariwisata bisa terwujud. “Sekalipun pariwisata nanti tidak berkembang sesuai harapan, paling tidak Desa Sidan sudah menyandang predikat desa organik, ini sebagai branding kita,” tandasnya.

 

Baca Juga :  Tutup Akhir Tahun, Realiasai Pendapatan PDAM Gianyar Lampaui Target

Pewarta : Ketut Catur
Editor : Mahatma Tantra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here