Di Jembrana Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak Alami Peningkatan

0
366

Ilustrasi

Balinetizen.com, Jembrana

Kasus kekerasan melibatkan perempuan dan anak di Kabupaten Jembrana mengalami peningkatan bahkan melebihi kasus yang terjadi di tahun 2024. Kasus didominasi kasus kekerasan seksual dengan 12 kasus.

Dari data yang berhasil dihimpun, dari bulan Januari sampai Oktober 2025 tercatat ada 34 kasus. Yakni 12 kasus kekerasan seksual, kemudian KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) 8 kasus, kasus kriminal 4 kasus, kasus kekerasan fisik 8 kasus dan 2 kasus penelantaran. Sementara total kasus di tahun 2024 sebanyak 29 kasus, diantaranya 5 kasus kekerasan seksual.

“Hingga bulan Oktober kemarin, kasus yang melibatkan PPA cenderung meningkat dibanding tahun sebelumnya,” ungkap

Kepala UPTD PPA Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi, Senin 24/11/2025) mengatakan bahwa kasus yang melibatkan PPA sampai bulan Oktober 2025 lalu cenderung meningkat dibanding tahun 2024.

Dan dari total kasus yang tercatat tahun ini sebanyak 34 kasus, kata dia, didominasi kasus kekerasan seksual.

“Jika kita bandingkan dengan tahun sebelumnya, kekerasan seksual mengalami kenaikan yang cukup jauh. Sepanjang tahun 2024 lalu, kami mencatat ada 5 kasus kekerasan seksual. Sementara itu, hingga bulan Oktober 2025 ini saja, jumlahnya sudah mencapai 12 kasus,” ungkapnya.

Menurutnya kenaikan kasus kekerasan seksual hingga lebih dari dua kali lipat ini menunjukkan bahwa masyarakat yang menjadi korban sudah sadar dan semakin berani untuk melapor. Namun demikian disisi lain juga mengindikasikan bahwa tindakan kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan dan anak masih menjadi ancaman serius di Jembrana. Kemudian juga mengindikasikan bahwa masih ada predator berkeliaran di Jembrana.

“Kepada korban kami telah memberikan pendampingan hingga berupaya agar pemulihan trauma bagi para korban,” ujarnya.

Sebagai langkah pencegahan, pihaknya juga telah melakukan berbagai upaya. Dan upaya pencegahan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melibatkan semua pihak terutama orang tua dan lingkungan.

Baca Juga :  WNA Australia Ditembak di Badung, Polisi Libatkan Tiga Polda Buru Pelaku

“Kami imbau masyarakat untuk lebih peduli dan segera melapor jika menemukan indikasi kasus kekerasan yang melibatkan perempuan dan anak sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here