Diperlukan Manajemen Antisipatif oleh Gubernur Bali sebelum TPA Suwung Ditutup

0
168

Balinetizen.com, Denpasar –

 

Semestinya Gubernur Koster menyiapkan “exit strategy”, strategi jalan keluar jika terjadi skenario buruk dan bahkan terburuk-worse case scenario- jika Badung dan Denpasar belum mampu mengelola sampah, sehingga krisis sampah skala besar terjadi.

Hal itu dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat: ekonomi dan lingkungan, Senin 15 Desember 2025.

Dikatakan, Dalam kondisi ini fenomena lempar tanggung-jawab dan saling menyalahkan mudah terjadi, tidak produktif dalam pencarian solusi.

” Semestinya Pemda Bali, Kota Denpasar, Kabupaten Badung duduk bersama menyusun langkah antisipasi -antisipative management- untuk meminimalkan krisis sampah yang terjadi,” katanya.

Dikatakan, Komunikasi dan koordinasi yang semestinya sangat mudah, karena publik tahu, Gubernur Bali Ketua DPD PDI P Bali, Wali Kota Denpasar Sekretaris, Wagub Bali Ketua DPC PDI P Badung.

” Semestinya jargon “satu jalur” bisa menjadi instrumen ampuh dalam penyelesaian kemelut sampah ini. Publik menunggu komitment koordinasi di antara mereka,” kata Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat: ekonomi dan lingkungan.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

Baca Juga :  BOR Di Buleleng Di Angka Nol, Satgas Minta Masyarakat Waspada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here