Dirawat di Sanglah, Ketua DPD Nasdem Jembrana Berpulang

0
258
Ketua DPD Nasdem Jembrana I Made Dwi Masti (Kanan).

Balinetizen.com, Jembrana-

 

Keluarga besar Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Jembrana berduka. Ketua DPD Nasdem Jembrana I Made Dwi Masti (46) berpulang, Selasa (5/1) malam.

Politikus muda kelahiran Jembrana, 20 Juli tahun 1974 ini pergi untuk selama-lamanya meninggalkan istri Ni Made Ayu Wirasmi (43) dan tiga anak, Wimas Nastasia Putri (17), Mas Ayu Naditya (15) dan Pramastita 5 tahun.

Putu Eka Masti (48), kakak almarhum ditemui di rumah duka di Lingkungan Pemedilan, Kekurahan Dauhwaru, menuturkan almarhum meninggal dunia di rumah sakit Sanglah pada hari Selasa (5/1) sekitar pukul 20.00 Wita.

Almarhum masuk rumah sakit Sanglah Denpasar pada tanggal 29 Desember 2020 dengan keluhan sakit pada perut. “Hari pertama masuk rumah sakit (Sanglah), adik saya sempat bilang kalau asam lambungnya kambuh” ujar Eka Masti. Rabu (6/1).

Diakuinya, almarhum kerap mengeluh sakit perut karena asam lambung kambuh. Bahkan adiknya ini sempat jatuh pingsan saat mengikuti kegiatan kampanye (Pilkada Jembrana 2020) di Lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem.

Karena lanjutnya, partai yang dipimpinnya (Nasdem) merupakan salah satu partai pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 2, Paket Tepat (Tamba-Ipat).

“Waktu itu bulan November 2020. Karena pingsan adik saya langsung dibawa pulang. Ia sembuh setelah dirawat di rumah” terangnya didampingi Ni Nyoman Tri Masti (44), adik almarhum.

Sebelum masuk rumah sakit Sanglah menurutnya, almarhum sempat mengikuti berbagai acara, baik di Jembrana maupun di Denpasar, termasuk acara hari raya Natal, selain kegiatan pilkada Jembrana.

Karena sambungnya, adiknya ini juga menjadi pengurus dibeberapa organisasi seperti REI (Realestate Indonesia) Bali, Pembina Ikadin Bali dan Yayasan TP45 Jembrana serta sebagai humas pada komunitas Harley Legend Bali.

Baca Juga :  Pengelola Usaha Kena Sanksi Jika Izinkan Masuk Warga Belum Divaksin

“Mungkin adik saya ini kelelahan. Almarhum katanya juga ikut Klub Hartop Bali. Ini mobilnya (Hartop)” imbuhnya.

Disebutnya, almarhum sempat menjalani test rapid antigen dan hasilnya negatif. Kendati hasillnya negatif, almarhum merasa khawatir akan kondisi di rumah. Berselang lima, ia kemudian minta supaya dilakukan test swab dan hasilnya positif.

“Test swabnya mandiri. Karena positif (Swab), adik saya kemudian diisolasi. Astungkara, istri dan anaknya semua negatif setelah di test swab” jelasnya.

Ia mengaku tidak memiliki firasat sedikit pun terkait akan berpulangnya almarhum. Karena dirinya yakin almarhum kuat dan sembuh. “Tidak ada firasat. Karena sakit, almarhum memang sempat minta tolong supaya acara tahun baru di rumah kita yang menghandle* ungkapnya.

Pihak keluarga berencana akan melakukan krenasi terhadap jenasah almarhum di krematorium di Klungkung. Prosesi kremasi rencananya akan dilakukan pada hari Senin (11/1) akan datang. (Komang Tole)

 

Editor : Mahatma Tantra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here