Dukung Kesiapan Sistem Distribusi Listrik Bali, PLN Perkuat Pengamanan Fasilitas Operasional

0
42

Tim Auditor PLN Pusat, auditee PLN UP2D Bali, dan Satuan Pengamanan (Satpam) berfoto bersama seusai kunjungan lapangan Audit Wasdal SMP di Kantor PLN UP2D Bali, Rabu (14/10/2026), sebagai bagian dari evaluasi pengamanan untuk mendukung keandalan pelayanan listrik kepada masyarakat

DENPASAR, 22 Oktober 2026 — Pengaturan sistem distribusi merupakan salah satu bagian penting dalam menjaga pelayanan listrik bagi masyarakat.

 

Balinetizen.com, Denpasar

Agar fungsi tersebut dapat berjalan dengan baik, PLN perlu memastikan fasilitas pendukung operasional terlindungi, prosedur pengamanan diterapkan secara konsisten, dan personel memiliki kesiapan yang memadai. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan pengamanan yang terus dilakukan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali.

Komitmen tersebut tercermin dalam hasil Audit Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) Objek Vital Nasional (Obvitnas) pada fasilitas Distribution Control Center (DCC) dan server Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) Bali. Audit oleh Tim Auditor PLN Pusat yang berlangsung pada 14–16 Oktober 2026 tersebut menghasilkan nilai 91,78% dengan predikat Emas atau kategori Baik Sekali.

DCC berfungsi sebagai pusat pengaturan distribusi, sedangkan SCADA mendukung pemantauan dan pengendalian sistem dari jarak jauh. Keduanya mendukung petugas dalam memantau kondisi jaringan dan menjalankan fungsi pengaturan distribusi listrik. Karena itu, perlindungan fasilitas, kesiapan prosedur, dan kompetensi personel menjadi bagian dari pengelolaan risiko yang mendukung keberlangsungan operasional.

Meski memperoleh predikat Emas, audit tersebut juga menghasilkan sejumlah rekomendasi perbaikan. Rekomendasi itu mencakup penguatan sarana pengamanan, penyempurnaan prosedur dan rencana kontinjensi, serta peningkatan pembinaan dan evaluasi kompetensi personel pengamanan.

Manajer PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, mengatakan hasil audit menjadi bahan evaluasi untuk mempertahankan aspek pengamanan yang telah berjalan baik sekaligus memperkuat bagian yang masih memerlukan penyempurnaan.

Baca Juga :  Bupati Bangli Hadiri Upacara Ngingu Pengangon di Subak Bangbang Let Desa Adat Bangbang

“Pengamanan fasilitas operasional merupakan bagian dari upaya PLN mengelola risiko yang dapat memengaruhi kesiapan sistem distribusi. Predikat Emas menjadi hasil penilaian yang patut kami apresiasi, tetapi rekomendasi audit juga menjadi perhatian untuk memastikan penerapan sistem pengamanan terus dievaluasi dan diperbaiki,” ujar Petrus.

Bagi masyarakat, penguatan pengamanan tersebut merupakan salah satu upaya pendukung agar fasilitas yang menjalankan fungsi pengaturan distribusi listrik tetap terlindungi dan siap digunakan. Pengelolaan risiko yang terencana membantu PLN mengantisipasi potensi gangguan dari aspek keamanan, meskipun keandalan pasokan listrik juga dipengaruhi faktor teknis dan operasional lainnya.

Melalui evaluasi dan tindak lanjut rekomendasi audit, PLN UP2D Bali terus memperkuat penerapan Sistem Manajemen Pengamanan sebagai bagian dari tata kelola operasional. Upaya ini diarahkan untuk mendukung kesiapan fasilitas dan personel dalam menjalankan fungsi pengaturan distribusi listrik bagi masyarakat Bali. (rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here