Foto: Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar Emiliana Sri Wahjuni bersama “anak-anak istimewa” saat menghadiri grand opening Chrysante Griya Psikologi Anak di Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar belum lama ini.
Balinetizen.com, Denpasar
Anggota Komisi IV DPRD Kota Denpasar Emiliana Sri Wahjuni menunjukkan perhatian dan kepedulian yang besar kepada anak-anak berkebutuhan khusus ini atau anak “istimewa” dan para orang tua dari anak-anak ini.
Anggota Dewan perempuan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) juga kerap diundang untuk memberikan motivasi dan mendengarkan pada aspirasi para orang tua anak-anak berkebutuhan khusus ini.
“Walau mungkin berat punya anak berkebutuhan khusus kita harus tetap semangat. Karena mereka anak istimewa. Punya ‘istimewa’ seperti mereka itu luar biasa karena butuh orang tua istimewa pula,”kata Emiliana saat menghadiri grand opening Chrysante Griya Psikologi Anak di Jalan Tukad Badung, Renon, Denpasar belum lama ini.
Chrysante Griya Psikologi Anak ini semacam sekolah untuk anak berkebutuhan khusus atau “anak istimewa” yang juga memberikan bimbingan atau pendampingan psikologis kepada anak-anak dan para orang tuanya.
Menurut Emiliana cara pandang terhadap “anak istimewa” ini kita harus diubah. “Tuhan punya rencana bukan menguji tapi ingin menunjukkan agar hati kita berubah dalam menjalani sesuatu,” ujar Emiliana..
“Jadi cara pandang kita diubah. Mereka itu anak istimewa. Karena kita tidak bisa memilih punya anak cantik, ganteng, atau yang seperti artis. Satu-satunya cara kita menerima apapun kondisinya, karena anak itu titipan Tuhan. Kita juga harus percaya kalau Tuhan punya rencana yang indah,” imbuh Emiliana.

Di sisi lain Sekretaris Fraksi Partai NasDem-PSI DPRD Kota Denpasar ini juga mengapresiasi keberadaan Chrysante Griya Psikologi Anak. Pihaknya pun berharap banyak muncul sekolah-sekolah seperti ini untuk mendukung “anak-anak istimewa” ini dan para orang tuanya.
Bakat-bakat terpendam dan kecerdasan “anak-anak istimewa” ini harus terus digali. Mereka harus diberikan semangat, dukungan penuh agar rasa percaya dirinya bangkit.
Menurut Emiliana “anak-anak istimewa” ini sebenarnya juga punya potensi terhadap sembilan jenis kecerdasan. Yakni kecerdasan visual dan spasial, kecerdasan naturalis, kecerdasan musikal, kecerdasan logika matematika, kecerdasan eksistensial, kecerdasan interpersonal, kecerdasan kinestetik jasmani, kecerdasan linguistik dan kecerdasan interpersonal.
“Tapi bagi orang tua anak istimewa tidaklah mudah. Mereka kadang harus mempunyai pola pikir di atas rata-rata. Hati yang istimewa. Iman dan doa yang dipanjatkan harus double porsi. Karena anak mereka istimewa, pasti Tuhan siapkan juga orang tua yang istimewa,” imbuh ibu dari dua orang putri ini.

Emiliana memang konsisten menunjukkan empati dan memberikan perhatian besar kepada orang tua dari anak-anak yang berkebutuhan khusus atau anak istimewa.
Misalnya sebelumnya ia bekerjasama dengan progam Womenwill Gapura Digital (program pelatihan digital dari Google untuk kalangan perempuan) memberikan pelatihan digital marketing atau pemasaran digital dalam menjalankan bisnis online.
“Kami ingin orang tua anak istimewa ini bisa mandiri. Walau punya anak istimewa, merka sambil jaga anak tetap bisa cari uang. Misalnya bisa jugalan dari rumah secara online,” ungkap Emiliana.
Ia juga akan mengusulkan ke DPRD Kota Denpasar agar ada Ranperda Inisiatif mengenai Anak Istimewa ini. Hal ini penting untuk memberikan perlindungan kepada para anak-anak ini. (wid)

