Empat Korban Banjir Bandang Di Banjar Buleleng, Dua Warga Ditemukan Meninggal Dan Dua Korban Masih Dalam Pecarian

0
258

Balinetizen.com, Buleleng

Cuaca mendung kadang-kadang dibarengi hujan angin yang belakangn ini terjadi di Kabupaten Buleleng kerap menimbulkan musibah banjir, tanah longsor dan pohon tumbang. Seperti peristiwa
banjir bandang yang melanda Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng yang terjadi pada Jumat (6/3/2026) malam. Banjir bandang ini menelan korban jiwa yang untuk sementara ditemukan dua orang sudah menjadi mayat, sedangkan dua orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR Gabungan. Kedua korban yang ditemukan sudah menjadi mayat pada Jumat (6/3/2026) malam dan Sabtu (7/3/2026) sore.

Korban pertama yang ditemukan adalah Dewa Ketut Adi Suarjaya akrab disapa Dewa Kecuk berusia 55 tahun merupakan warga Dusun Santal, Desa Banjar. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 23.10 WITA di aliran Tukad Santal, dengan posisi tersangkut di semak-semak bambu. Sedangkan korban kedua seorang perempuan berusia 44 tahun bernama Komang Suci. Ia ditemukan di aliran sungai wilayah Banjar Dinas Ambengan, sekitar dua kilometer dari lokasi rumahnya, pada Sabtu (7/3/2026) sore.

Hari Sabtu (7/3/2026), seluruh personel dari berbagai instansi terkait, relawan ataupun masyarakat dan keluarga korban telah mulai melakukan penyisiran dimulai sekitar pukul 07.30 Wita. Mereka terbagi dalam beberapa SRU Diantaranya fokus pencarian di sepanjang sungai, perairan, bibir pantai, dan timbunan-timbunan batang pohon ataupun material-material yang terbawa derasnya arus air.

SRU laut memulai pergerakan pada pukul 08.00 Wita, dengan mengerahkan rubber boat Pos SAR Buleleng dan Polair, sesuai search area. Sementara SRU darat berjalan di pinggir pantai arah timur dan barat Pantai Banjar dan Pantai Kalianget. Dalam upaya pencarian, mereka terkendala dengan tumpukan lumpur dan material besar.

Baca Juga :  Peduli Sosial dan Terapkan Pola Hidup Sehat, Wabup Sanjaya Ajak Masyarakat Aktif Donor Darah

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya yang langsung turun ke lokasi masih mengupayakan diturunkannya alat berat untuk bisa menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi tim SAR gabungan.

Korban kedua akhirnya ditemukan di dalam timbunan dalam kondisi meninggal dunia, lokasinya kurang lebih 1.5 KM dari posisi awal korban terseret banjir (rumahnya). Selanjutnya jenasah Komang Suci (44) dibawa menuju RS. Pratama Buleleng dengan menggunakan ambulance PMI Buleleng. “Waktu ditemukan, diinformasikannya itu pada pukul 13.56 dan dievakuasi oleh tim SAR gabungan itu pada pukul 14.18 waktu Indonesia bagian tengah,” jelasnya.

Sampai dengan 18.00 Wita operasi SAR dihentikan sementara waktu, dan rencananya akan dilanjutkan besok pagi. Masih ada 2 korban yang belum ditemukan yakni Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).

Unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi SAR diantaranya :
1. Basarnas 12 orang;
2. TNI AL Celukan Bawang 2 orang;
3. Kapolres Buleleng dan anggota 8 orang;
4. Dokpol Polres Buleleng 2 orang;
5. Polsek Banjar 12 orang;
6. Samapta Polda Bali 16 orang;
7. Brimob Gilimanuk pos patas 13 orang;
8. Pol Airud Polres Buleleng 16 orang;
9. Babinsa Polsek Banjar;
10. Unit K-9 Polres Buleleng 2 personil;
11. BPBD Buleleng 11 orang;
12. PMI Kab.Buleleng 7 orang;
13. Camat Banjar dan Satpol PP 8 orang;
14. Perangkat Desa Banjar 10 orang;
15. Dinas PUPR Kabupaten Buleleng 4 orang;
16. Pemadam Kebakaran seririt 2 orang;
17. PLN Singaraja 2 orang
18. Bhuana Bali Rescue 3 orang;
19. Keluarga korban dan masyarakat setempat. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here