Geliat KONI Buleleng, Cabor Renang Jadi Pilot Project Coaching Clinic

0
209

Balinetizen.com, Buleleng-

Sebanyak 20 orang pelatih renang yang bernaung di bawah Pengkab Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) mengikuti coaching clinic. Kegiatan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukan KONI Buleleng dengan mendatangkan pelatih renang internasional Mohamad Yunus, S.Pd M.M ini, berlangsung selama tiga hari yang dimulai dari Jumat, (30/6/2023) sampai Minggu, (2/7/2023).

Dikonfirmasi usai membuka coaching clinic, Ketua KONI Buleleng I Ketut Wiratmaja,SH mengatakan terdapat tiga pertimbangan sehingga dilaksanakannya pelatihan ini. Mengingat Cabang Olahraga (Cabor) Renang dipilih sebagai percontohan, karena sudah memiliki venue kolam renang berstandar nasional. Selain juga SDM atlet yang tidak susah ditemukan di Buleleng. Namun dari hasil evaluasi Cabor Renang Buleleng mengacu pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan. Terbukti Buleleng pernah berjaya merebut 8 medali emas, kemudian jadi 5 emas, 3 emas dan terakhir Porprov 2022 nol medali emas.

“Hasil diskusi kami, cabor renang perlu intervensi dari KONI. Karena ada keluhan dari orang tua dan masyarakat beberapa atlet renang mengalami cedera,” jelas Wiratmaja.

Iapun menyebut setelah mendapatkan penyegaran ilmu, diharapkan seluruh pelatih renang memiliki semangat kembali untuk membina atlet-atlet.

“Dengan langkah awal ini, cabor renang kembali berjaya di Porprov 2025 mendatang dengan perolehan minimal 10 persen dari total medali yang diperebutkan. Dan apabila program di renang ini sukses sesuai apa yang kita harapkan, maka kembali kita akan lirik cabor lainnya. Sehingga semuanya bisa berprestasi,” pungkas Wiratmaja.

Sementara itu pemateri Mohamad Yunus, S.Pd M.M, mengatakan selama tiga hari penuh, pelatih renang Buleleng akan diberikan 3 materi pokok, meliputi system energy, pengembangan fisik dan pengembangan skil dan teknik di olahraga renang. Pelatih professional asal Kota Tangerang Selatan ini mengatakan dalam pelatihan yang diberikan, akan mengacu pada data yang ada di Pengkab Renang dan KONI Buleleng.

Baca Juga :  Rapat Paripurna Dewan, Gedung RSU Negara Rampung 82, 67 Persen

“Renang itu olahraga terukur, sehingga harus mengacu pada data waktu terbaik dari masing-masing atlet, kalau ada komparasi dengan atlet kabupaten lain gap nya berapa jauh,” ungkap Yunus.

Pembinaan cabor renang di daerah-daerah disebutnya sering terjadi karena belum adanya parameter penguji dan cara mengukur potensi dan perkembangan atlet. Hal itu disebutnya sangat penting untuk menentukan atlet yang akan diturunkan di event dan nomor pertandingan yang berpotensi meraih medali.

 

Pewarta : Gus Sadarsana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here