GWK Bongkar Tembok Penutup Akses, Komitmen Jaga Kebersamaan dengan Warga

0
385

 

Balinetizen.com, Badung

Polemik tembok pembatas di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang menutup akses warga Banjar Giri Dharma, Desa Ungasan, Badung akhirnya menemukan solusi. PT Garuda Adhimatra Indonesia (PT GAIN) selaku pengelola GWK memutuskan untuk membongkar sebagian pagar pembatas mulai Rabu (1/10/2025).

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Komisaris Utama PT GAIN, Sang Nyoman Suwisma, setelah bertemu dengan Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa pada Senin (30/9) malam di Denpasar.

“Tanah yang berada dalam kawasan GWK secara sah adalah milik perusahaan. Namun GWK memahami adanya kebutuhan masyarakat terhadap akses jalan tersebut. Atas kebijaksanaan perusahaan, kami membuka kembali pembatas perimeter tersebut,” ujar Suwisma.

Ia menegaskan, langkah ini adalah bentuk komitmen GWK menjaga harmoni dengan masyarakat sekitar.

“GWK berkomitmen menjaga keberlangsungan kawasan, namun harus selaras dengan masyarakat setempat. Akses jalan bisa digunakan sepanjang untuk kepentingan umum,” tegasnya.

Menurut Suwisma, keputusan ini sejalan dengan arahan Gubernur Bali Wayan Koster dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa yang sebelumnya menekankan pentingnya menghormati kearifan lokal.

“Keputusan GWK membuka akses warga patut diapresiasi. Ini bukti perusahaan tidak menutup mata terhadap kepentingan umum,” tambahnya.

Selain mengakomodasi kebutuhan akses masyarakat, GWK juga menegaskan perannya sebagai taman budaya dan destinasi pariwisata berskala internasional yang berkomitmen menjaga keberlanjutan, kebersamaan, serta mendukung UMKM lokal.

“Sejak awal berdiri, GWK menjadi rumah bagi ratusan pekerja lokal Bali yang berperan dalam seni pertunjukan hingga pelayanan pengunjung. Kawasan ini juga mendorong pertumbuhan UMKM di sekitar lokasi,” jelas Suwisma.

GWK pun aktif dalam program tanggung jawab sosial (CSR) bertajuk Literasi Budaya Anak Bangsa sejak 2023, yang telah melibatkan lebih dari 10.000 siswa sekolah dasar. Festival budaya seperti Ogoh-Ogoh dan Penjor juga digelar rutin setiap tahun.

Baca Juga :  Peresmian Purana Pura Dalem Solo Br. Aseman Sedang Abiansemal

Sebagai ikon budaya Indonesia, GWK pernah menjadi tuan rumah sejumlah acara internasional bergengsi, termasuk Welcoming Dinner G20 (2022) dan World Water Forum (2024).

Dengan pembukaan kembali akses warga Banjar Giri Dharma, manajemen GWK berharap polemik tembok pembatas dapat diselesaikan dengan semangat kebersamaan.

“GWK hadir bukan hanya sebagai ikon wisata, tetapi juga untuk menjaga harmoni dengan masyarakat,” tutup Suwisma.(ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here