Balinetizen.com, Jembrana
Lonjakan pemudik padati areal Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali pada H-6 Lebaran 2024. Selain di dalam areal pelabuhan, antrian kendaraan roda dua juga penuhi tenda sebelum pintu masuk pelabuhan. Penumpukan kendaraan juga terjadi di Terminal Kargo Gilimanuk.
Pihak ASDP Gilimanuk menyediakan sejumlah tenda, baik di dalam area pelabuhan maupun di luar areal pelabuhan. Tujuannya, agar pemudik tidak kepanasan dan kehujanan.
Pemudik dengan mengendarai kendaraan roda dua dan roda empat terus mengalir di jalur menuju pelabuhan. Sempat terjadi antrian panjang disebabkan pos masuk pintu 2 menuju Pelabuhan Gilimanuk, rusak. Namun kurang dari satu jam antrian terurai lancar.
Data produksi ASDP H-6 Lebaran pada Kamis (4/4/2024) pukul 08.00 sampai Jumat (5/4/2024 ) pukul 08.00 Wita tercatat penumpang pejalan kaki dan penumpang dalam kendaraan yang sudah menyeberang ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk sebanyak 39.994 orang. Kemudian sepeda motor atau roda dua 6.556 unit. Kendaraan kecil roda empat sebanyak 3.545 unit, bus 405 unit dan truk 2.015 unit.
Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto, Jumat (5/4/2024), mengatakan pergerakan kendaraan menuju areal dalam Pelabuhan Gilimanuk sempat tersendat diakibatkan pos masuk pintu 2 Pelabuhan Gilimanuk mengalami trable. Namun sudah kembali normal. “Hampir satu jam. Sekarang sudah normal,” ujarnya.
Disebutnya malam hari merupakan situasi rawan antrian terlebih tengah malam sampai menjelang pagi. Untuk itu, menghindari terjebak antrian pemudik, khususnya yang menggunakan kendaraan kecil seperti mobil keluarga atau minibus dan sejenisnya dihimbau dapat melakukan perjalanan mudik pada siang hari hingga sore hari terlebih sudah dilengkapi AC (air conditioner) menghindari panas terik matahari. “Yang mengendarai sepeda motor bisa sore hari atau malam untuk menghindari panas,” harap Kapolres.
Menurutnya kendaraan para pemudik mulai memadati areal dalam parkir Pelabuhan sekitar pukul 14.15. Dan menghindari antrian lebih panjang pihak ASDP bersama Polres Jembrana melakukan pengaturan dengan memajukan parkir kendaraan sehingga volume parkir di areal Dermaga 2 memjadi bertambah. Pengaturan parkir juga dilakukan di dekat loket satu bagi kendaraan yang akan masuk ke Dermaga 3 dan Dermaga 4.
Melalui pola pengaturan tersebut, kata Kapolres, arus penyeberangan ke Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk menjadi lancar. “Kalau dilakukan dengan sempurna dan pemudik mau bersabar, tidak saling serobot tentunya situasi tetap lancar. Saya siap membackup untuk memberikan pelayanan yang terbaik ke masyarakat,” tegas Kapolres Tri Purwanti didampingi GM Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Syamsudin.
Selanjutnya masyarakat dihimbau untuk tidak mempercayai berita atau story terkait dengan situasi Pelabuhan Gilimanuk yang chaos dan sebagainya. Namun melihat pemberitaan dari akun-akun resmi yang menyiarkan Pelabuhan Gilimanuk.
Sementara GM Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Syamsudin, memberikan apresiasi terhadap langkah dan upaya yang dilakukan Kapolres Jembrana dalam mengantisipasi antrian lebih panjang.
Pihaknya juga telah melakukan langkah atau pola untuk menghindari terjadinya penumpukan kendaraan di area parkir Pelabuhan Gilimanuk. Yakni tiba bongkar berangkat (TBB) yaitu kapal yang datang dari Pelabuhan Ketapang dalam kondisi kosong. “Secara teknis kami sangat terbantu dengan adanya kapal bantuan di Dermaga IV,” sebutnya (Komang Tole)

