
Balinetizen.com, Jembrana-
Satgas Pangan Kabupaten Jembrana, Senin (30/3) pagi melakukan pengecekan harga sejumlah sembako di Pasar Umum Negara.
Pengecekan ini guna mengetahui apakah harga sembako di pasar terbesar di Jembrana ini terdampak virus Corona (Covid 19) atau tidak.
Dari pengecekan itu, Satgas Pangan Jembrana mendapati harga beberapa sembako mengalami kenaikan. Seperti bawang merah naik 15 ribu rupiah dari harga sebelumnya Rp.20.000 perkilogram. Demikian juga dengan bawang putih naik menjadi Rp.45.000 dari Rp.40.000 perkilogram.
Kenaikan juga terjadi pada lombok (Cabai) merah kecil dari Rp.38.000 naik menjadi Rp.45.000 perkilogram dan lombok besar naik dari Rp.23.000 menjadi Rp.26.000 perkilogram.
Sementara harga gula pasir tetap dijual kisaran Rp.17.000 perkilogram dari sebelum hari raya Galungan dan Kuningan hingga pasca hari raya Nyepi. Demikian juga dengan harga beras pada kisaran Rp.9.000 hingga Rp.12.000 perkilogram tergantung kwalitas beras.
Sedangkan harga minyak goreng masih tetap kisaran Rp.14.000 perliter, telor Rp.1.500 perbutir, harga daging ayam dan daging sapi juga tidak mengalami kenaikan, masih tetap Rp.35.000 perkilogram dan Rp.110.000 perkilogram.
“Naiknya sudah seminggu ini. Kalau harga lombok memang tergantung bakul (pedagang) yang datang” ujar Ketut Weken, salah seorang pedagang di Pasar Umum Negara, Minggu (30/3).
Terkait kenaikan beberapa harga sembako tersebut, Kadis Perindagkop Jembrana, Komang Agus Adinata mengatakan kalau harga sembako masih stabil. Karena relatif sama sebelum hari raya Galungan maupun Nyepi.
“Masih relatif sama. Kalau ada yang naik, bukan karena dipengaruhi virus (virus Corona). Tapi yang terpenting disini stok aman” pungkasnya.
Kendatipun stok aman, ia berharap agar masyarakat dapat berprilaku cerdas dalam berbelanja.
Pewarta : Komang Tole
Editor : Mahatma Tantra
