Inilah 5 Keunggulan Sony a6600, Kamera kuat dan Kinerja Fokus yang Terdepan

0
193

Balinetizen.com, Denpasar

Sudah sejak lama mengembangkan sistem mirrorless full-frame secara stabil, Sony mulai mengincar pembaruan pada lini APS-C yang lebih ringkas dan terjangkau. hal ini dimulai dari a6400 dan lanjutkan dengan model a6100, dan satu diatasnya adalah a6600.

Sony a6600 memberkan perbedaan dengan stabilisasi dalam bodi, baterai kapasitas tinggi, dan keseluruhan bentuk yang lebih kokoh. Sony a6600 adalah kamera yang kuat dengan kinerja fokus otomatis terdepan dikelasnya.

  1. Memiliki Fitur Body Anti Goyangan.

Kamera Sony a6600 ini memang membawa sederatan fitur terbaru dan terlengkap yang tentu saja tidak akan ditemukan pada pendahulunya, yakni Sony A6400.

Salah satu fitur menarik yang disematkan di dalamnya adalah 5 Axis atau In Body Image Stabilization yang akan membantu pengguna dalam meminimalkan goyangan pada saat mengambil foto atau pun merekam video.

  1. Kecepatan Memotret Hingga 11 Detik.

Kamera Sony a6600 menawarkan kecepatan pemotretan beruntun maksimum yaitu 11 bingkai per detik (fps). Tidak seperti beberapa kamera lain seperti Canon R7 atau Fujifilm X-T5, kecepatan ini tetap konsisten saat beralih ke rana elektronik.

Selama pengujian, Sony A6600 hanya berhasil sekitar 11 detik pengambilan gambar terus menerus (setara dengan 121 bingkai). Namun, saat memotret dalam format RAW, memori buffer Sony a6600 dapat menampung sekitar 44 frame (atau 4 detik) sebelum buffer terisi penuh.

  1. Menggunakan Prosessor Gambar Bionz X.

Sony a6600 memakai sensor gambar 24.2MP Exmor CMOS, prosesor gambar terbaru BIONZ X serta LSI front-end yang diimplemntasikan pada kamera full-frame yang dimiliki Sony. Kombinasi ketiganya diklaim dapat memberi peningkatan yang menyeluruh terhadap kualitas gambar dan performa di segala area pengambilan foto dan video.

Kamera mirrorless terbaru Sony ini menawarkan kecepatan autofocus 0.02 detik dengan sistem AF yang memiliki 425 titik phase-detection. Bukan hanya itu, kamera ini mengusung teknologi autofokus Real-time Eye AF yang pertama kali diperkenalkan pada a6400. Fitur dengan pengenalan obyek berbasis AI ini sulit ditandingi oleh kompetitor. Karena mampu mendeteksi dan memproses data secara real-time, menghasilkan peningkatan kecepatan yang akurat.

  1. UHD 4K Video Recording in XAVC S Format.
Baca Juga :  SE Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal & Menyambut Tahun Baru Berlaku 18 Desember Sampai 4 Januari 2021

Perekaman internal film UHD 4K dimungkinkan dalam beberapa frame rate hingga 30 fps dan Perekaman Full HD 1080p juga didukung dalam kecepatan bingkai hingga 120 fps, dan kedua resolusi menggunakan format 100 Mbps XAVC S yang terkandung dalam bungkus MP4 dengan pengambilan sampel 4: 2: 0. Perekaman 120 fps berkecepatan tinggi juga memungkinkan perekaman film gerak lambat 4x dan 5x dengan kecepatan bingkai diatur ke 30p atau 24p.

  1. SteadyShot Inside Image Stabilization.

Sistem stabilisasi gambar 5-langkah SteadyShot Inside 5-stop efektif yang mengompensasi lima jenis guncangan kamera yang dihadapi selama pemotretan gambar diam dan video secara genggam.

Ini memungkinkan pengguna untuk percaya diri menggunakan lensa apa pun, bahkan lensa yang diadaptasi, untuk pencitraan kritis tanpa mengalami kekaburan dari guncangan kamera.

  1. Memiliki Kapasitas Baterai yang Besar.

Perubahan paling signifikan pada Sony A6600 adalah pada baterainya. Bahkan, Sony berani mengklaim bahwa kamera barunya ini mempunyai baterai berkapasitas terbesar dibandingkan kamera APS-C lainnya.

Iya, Sony A6600 ditanami baterai NP-FZ100 yang sebelumnya dipakai pada lini A7 yang lebih haus daya. Dibandingkan pendahulunya, Sony A6600 punya baterai 2,2 kali lipat lebih besar.

Dengan kapasitas tersebut, maka dapat memotret hingga 810 jepretan dengan LCD atau 720 jepretan dengan electronic viewfinder. (RED-BN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here