Jelang Nyepi, 200 Tamu Internasional Ikuti The Last Echoes di Bambu Indah Ubud

0
1170

 

Balinetizen.com, Ubud-

Bambu Indah merupakan resor yang didirikan oleh John Hardy dan Cynthia Hardy pada 2005. Resor ini dikenal dengan konsep ramah lingkungan yang memadukan rumah antik Jawa dengan arsitektur bambu serta lanskap alami di lembah Sungai Ayung, Ubud. Sekitar 200 tamu dari berbagai negara berkumpul di Bambu Indah pada Sabtu (7/3/2026) malam dalam acara bertajuk The Last Echoes. Kegiatan ini menjadi momen reflektif menjelang perayaan Hari Raya Nyepi, hari suci umat Hindu di Bali yang identik dengan keheningan selama 24 jam.

Acara yang digelar di lembah hijau kawasan Sayan, Ubud itu memadukan pengalaman relaksasi, musik, dan suasana alam. Para tamu diajak menikmati malam terakhir sebelum Bali memasuki masa hening Nyepi yang menandai pergantian Tahun Baru Saka.

Corporate Director of Marketing Bambu Indah, Green Village Bali dan The Kul Kul Farm, Citra Suriah, mengatakan acara ini dirancang sebagai ruang pertemuan yang tenang dan penuh makna bagi para tamu dari berbagai negara. “The Last Echoes kami hadirkan sebagai ruang untuk berhenti sejenak, merasakan kebersamaan, dan menyambut Nyepi dengan kesadaran yang lebih dalam. Malam sebelum keheningan ini menjadi momen yang sangat spesial bagi Bali dan kami ingin para tamu juga bisa merasakannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, konsep acara sengaja dibuat intim agar para tamu dapat menikmati pengalaman yang lebih personal sebelum pulau Bali memasuki hari tanpa aktivitas. “Kami ingin menciptakan pengalaman yang menyatu dengan alam, musik, dan refleksi. Bambu Indah sendiri memang dirancang sebagai tempat yang mengajak orang melambat dan kembali terhubung dengan alam,” kata Citra.

Citra menerangkan, sejak sore hari, para tamu mulai berdatangan dan menikmati berbagai fasilitas yang tersedia di resor tersebut, mulai dari sauna, ice bath, copper hot tub, hingga kolam mata air alami yang berada di area lembah sungai. Suasana malam kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan musik dari sejumlah musisi internasional. Penampilan pembuka dibawakan oleh Agustian, multi-instrumentalis asal Sumatra yang menghadirkan nuansa meditatif melalui instrumen tradisional dan lantunan chant.

Baca Juga :  Sekda Adi Arnawa Hadiri Badung Promo Tani

“Selanjutnya, kolaborasi Sophie Sofree dan Raio menyuguhkan perpaduan musik elektronik dan instrumen langsung yang menghadirkan ritme lembut dan atmosfer reflektif bagi para tamu. Penampilan penutup dibawakan oleh Onanya dengan eksplorasi musik yang terinspirasi dari pengaruh Afrika dan Timur Tengah,” lanjut Citra.

Sebagai penutup acara, para tamu diajak menuju area Island di Bambu Indah untuk mengikuti ritual api terakhir yang dipimpin oleh Anna Maria. Upacara tersebut menjadi simbol transisi menuju keheningan Nyepi. Setelah rangkaian acara berakhir, para tamu meninggalkan Bambu Indah dengan suasana yang lebih tenang, bersiap menyambut Nyepi yang akan membuat seluruh Bali berhenti beraktivitas selama satu hari penuh.

 

BN-Radha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here