Kadiskominfo Kabupaten Jember Regar Jeane saat memberi sambutan Bersinergi Bersama Teman Teman media Demi Kemajuan Daerah

0
44

Balinetizen.com, Jember

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember, Jawa Timur, mendorong media massa dan masyarakat memperkuat branding positif daerah sebagai bagian dari upaya mengejar ketertinggalan pembangunan selama satu dekade terakhir.

Kepala Diskominfo Kabupaten Jember Regar Jeane Dealen Nangka, S.STP., M.Si., mengatakan pembangunan daerah membutuhkan dukungan masyarakat yang dapat dibangun melalui informasi yang positif, objektif, dan konstruktif.

Menurut dia, Jember memiliki potensi besar untuk berkembang dalam lima hingga 10 tahun mendatang. Ia membandingkan perkembangan Jember dengan Kabupaten Banyuwangi yang dalam 10–15 tahun terakhir mengalami kemajuan cukup pesat.

“Jember punya potensi untuk mengejar, bahkan menyalip dalam lima sampai 10 tahun ke depan,” ujarnya, Rabu (12/8/2026).

Regar berharap media ikut menyampaikan berbagai perkembangan pembangunan sehingga terbentuk persepsi bahwa Jember berada di jalur yang tepat atau on the track.

Ia menilai keberadaan media sosial juga menjadi sarana strategis untuk memperluas informasi mengenai potensi daerah. Instagram, TikTok, Facebook, dan WhatsApp dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menyebarluaskan informasi positif mengenai Jember.

“Kalau ada informasi positif tentang Jember, silakan dibagikan melalui status WhatsApp atau grup. Akun media sosial pribadi juga bisa membantu branding daerah,” katanya.

Branding yang kuat, lanjut Regar, diharapkan dapat menarik masyarakat dari luar daerah untuk berkunjung ke Jember, baik untuk kepentingan wisata, investasi maupun kegiatan ekonomi lainnya.

Ia mengatakan Jember memiliki potensi wisata yang besar. Bahkan, apabila sebagian dari sekitar 2,6 juta penduduk Jember berwisata di daerah sendiri, aktivitas tersebut diyakini dapat ikut menggerakkan perekonomian lokal.

Selain sektor pariwisata, Pemkab Jember juga terus melakukan pembenahan konektivitas transportasi, termasuk upaya menghidupkan kembali bandara serta memperkuat keterhubungan melalui transportasi bus dan kereta api.

Baca Juga :  Gandeng Erasmus Napitupulu, FRONTIER-Bali Adakan Diskusi Publik Kritisi KUHP Baru

Dalam kesempatan tersebut, Regar juga menyampaikan pentingnya sinergi antara media, Diskominfo, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Bea Cukai dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai ketentuan cukai serta peredaran rokok ilegal.

Kegiatan tersebut menjadi pelaksanaan pertama dalam dua tahun terakhir setelah sebelumnya tertunda karena belum adanya petunjuk dari Bea Cukai. Pada 2026, pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan setelah terdapat kepastian regulasi dan petunjuk teknis.

Regar menegaskan kerja sama dengan media tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku. Salah satunya media yang bekerja sama dengan Diskominfo harus memenuhi persyaratan verifikasi Dewan Pers.

Namun, verifikasi tersebut bukan berarti seluruh media yang memenuhi persyaratan otomatis mendapatkan kerja sama. Pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan ruang fiskal pemerintah daerah.

“Kita membutuhkan sentuhan kreatif dari semua pihak untuk membuat Jember menarik, bukan hanya bagi orang luar, tetapi juga bagi masyarakat Jember sendiri,” pungkasnya

Maski

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here