Kapal Pengumpul Sampah Berteknologi Canggih Segera Bersihkan Sampah di Pesisir Pantai Bali

0
253

 

Balinetizen.com, Badung-

Sebuah Kapal Pengumpul Sampah di laut dengan mengadopsi teknologi canggih dari Jepang akan menjalankan misinya membersihkan sampah yang mengapung di pesisir pantai Bali hingga akhir Maret 2023.

Hal ini diungkap Kepala Bidang Pengolahan Sampah Limbah B3 Penggalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup I Made Dwi Arbani. Sebelumnya, kata dia banyak perusahaan yang melakukan penjajakan kepada Bali dengan model seperti ini dan dengan teknologi kapal Pengumpul Sampah dari laut ini pihaknya mensuport.

Sebagaimana diketahui kedutaan Jepang melalui PT MOL (Mitsui O.S.K.Lines) memperkenalkan teknologi canggih berupa kapal Pengumpul Sampah di laut.

Kapal ini diklaim mampu membersihkan sampah di pantai.

Bali sendiri khususnya di bagian pantai pesisir Selatan Bali seperti Kuta, Legian, Seminyak, Kelan, Jerman, Kedonganan hingga Jimbaran kerap mendapatkan sampah kiriman di bulan – bulan tertentu.

“Betul tapi kita kondisikan dengan zona – zona yang membutuhkan dengan kondisi yang ada bersama teman – teman di Kabupaten tergantung dengan volume sampah yang ada, itu katanya mereka hanya sampai akhir Maret saja selanjutnya kalau Bali tertarik ya membayar,” ungkapnya saat menghadiri Ceremony Bali Beach Cleaning project di Tanjung Benoa, Bali, Rabu (1/3/2023).

Arbani menambahkan, khusus penanganan sampah di laut merupakan masalah yang harus ditangani secara bersama – sama.

“Beberapa hari yang lalu kita naik peringkat ke lima dan kita bersyukur sampah di Indonesia di Laut sudah berkurang dimana volume sampah di laut secara nasional saat ini sekitar 56,33 ton,” ungkapnya.

Pihaknya mengapresiasi kepada konsulat Jepang dan apresiasi teknologi tersebut. Ia berharap tidak hanya sekedar ceremony tapi membantu kabupaten Bali membersihkan sampah di pesisir.

Baca Juga :  KKP Bersama GEF-6 Luncurkan Program CFI-ICP di Indonesia Timur

Senada dengan Arbani, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung I Wayan Puja, menyambut teknologi tersebut sayangnya menurutnya teknologi itu tidak mampu membantu mengatasi sampah kiriman semacam kayu gelondongan yang pernah mendarat di bibir pantai Kuta, Legian, Seminyak, Kelan dan Kedonganan.

“Kapak itu provinsi sekian mil dari laut itu provinsi, tapi kapal seperti ini tidak kuat sampah kayu di laut kan besar – besar, dan gelombang laut juga tidak bisa,” katanya.

Karena itu kata dia, agar alat itu efektif sebaiknya diletakan di Sungai Tukad Mati.

Sementara itu, General Manager (GM) Sales Planning Team Corporate Marketing Division MOL Tokyo, Tetsushi Matsuoka mengatakan pihaknya hari ini khusus melakukan demonstrasi kapal Pengumpul sampah di laut tersebut kepada pemerintah Bali.

“Saat ini setelah demontrasi kita akan melanjutkan negosiasi dengan pemerintah Bali bukan bentuk pembelian alat ke MOL melainkan bentuknya service agreement,” ungkapnya.

Dengan adanya service agreement tersebut katanya tidak menutup kemungkinan akan meluas kepada hotel – hotel yang ada di sepanjang pantai di Badung yang kerap mendapatkan kiriman sampah.

“Jadi kami tidak memiliki prioritas khusus kepada pemerintah daerah untuk hotel karena kami mengerti. Jadi sampah di pantai dan laut menjadi masalah besar. Kami ingin memberikan layanan yang wajar ke hotel mana pun pemerintah daerah mana pun. Itu sikap kami,” tegasnya.

Dipaparkannya, bahwa keunggulan dari kapal Pengumpul Sampah di laut yang ia miliki mampu mengumpulkan semua jenis sampah yang ada di pantai mulai dari sampah plastik, botol minuman hingga kayu.

“Tapi kalau kayu yang sangat besar gelondongan itu memang kita gak bisa hanya sampah diatas laut dan di atas pantai,” terangnya.

Baca Juga :  Tim Pemprov Bali Monev Percontohan Desa Antikorupsi di Kabupaten/Kota

Pewarta : Tri Prasetiyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here