Balinetizen.com, Denpasar –
Peristiwa kesalahpahaman yang berawal dari teguran terkait permainan kembang api berujung aksi kekerasan di Jalan Akasia XVI, Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, pada Rabu malam (31/12/2025).
Seorang pemuda bernama Kristianus Bayu AP Soares mengalami luka serius akibat diduga diserang menggunakan senjata tajam oleh orang tak dikenal.
Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 Wita di kawasan kos Indah Akasia No.120. Berdasarkan keterangan korban, peristiwa bermula saat dirinya hendak membeli makanan di samping kos temannya. Saat itu, pemilik warung menegur sejumlah anak yang bermain kembang api karena di lokasi tersebut terdapat balita yang sedang tidur.
Tak lama berselang, datang tiga pengendara sepeda motor yang hendak bermain petasan di lokasi tersebut. Pemilik warung kembali menegur, lalu korban ikut membantu menenangkan situasi dengan meminta agar kembang api tidak dinyalakan di area tersebut.
Namun, teguran tersebut justru memicu emosi. Korban mengaku sempat terdorong emosi hingga mendorong salah satu terduga pelaku, yang kemudian menantangnya berkelahi. Situasi semakin memanas sebelum para terduga pelaku meninggalkan lokasi.
Korban kemudian kembali ke kos temannya untuk beristirahat. Namun, tak berselang lama, sekelompok orang tak dikenal tiba-tiba mendatangi kos tersebut dan langsung melakukan penyerangan. Korban dipukul menggunakan benda keras dan senjata tajam seperti besi dan tombak.
Korban berusaha menangkis serangan dan melarikan diri keluar kos untuk menyelamatkan diri, namun tetap dikejar hingga ke sekitar warung Madura dan studio tato di sekitar lokasi kejadian.
Saksi bernama Frelydino Nyongkianus Leki menerangkan bahwa dirinya melihat korban kembali ke area kos dalam kondisi berlumuran darah, terutama pada bagian tangan kanan. Melihat kondisi tersebut, saksi segera membawa korban ke Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Udayana, Denpasar, menggunakan sepeda motor.
Sesampainya di rumah sakit, korban langsung mendapatkan penanganan medis di Unit Gawat Darurat.
Keterangan Medis dan Polisi
Dokter UGD RSAD Udayana, dr. Wahyu, Sp.B, menjelaskan bahwa korban mengalami luka akibat serangan benda tajam. Berdasarkan pengakuan korban kepada dokter, serangan dilakukan secara tiba-tiba oleh orang tidak dikenal dan korban menangkis serangan tersebut dengan kedua tangan. Tidak ditemukan indikasi korban berada di bawah pengaruh alkohol.
Sementara itu, Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Ketut Tomiyasa menyampaikan bahwa korban mengalami sejumlah luka, di antaranya luka pada tangan kanan, telapak tangan kanan, tangan kiri, serta luka di bagian perut atas kemaluan.
“Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSAD Denpasar dan direncanakan akan menjalani tindakan operasi,” ujarnya, dikonfirmasi Jumat (2/1/2026).
Pihak kepolisian, katanya telah mengambil sejumlah langkah penanganan, mulai dari menerima laporan, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi, hingga melaporkan perkembangan kasus kepada pimpinan.
Polisi menduga korban mengalami luka akibat senjata tajam. Hingga kini, para pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran oleh aparat kepolisian.
“Keluarga korban melapor ke Polresta,” pungkasnya.
(Jurnalis : Tri Widiyanti)

