Ketua GOW Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Buka Kompaye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

0
264
Balinetizen.com, Denpasar-
Untuk pencegahan dan penghapusan segala bentuk – bentuk kekerasan terhadap Perempuan, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Denpasar bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Denpasar menggelar Kompanye Anti Kekerasan terhadap Perempuan di Desa Wisata Edukasi Subak Teba Majelangu Kesiman Kertangu Kecamatan Denpasar Timur Jumat (14/10).
Acara ini dibuka secara resmiĀ  Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa ditandai dengan penandatangan papan akhiri kekerasan terhadap perempuan di Kota Denpasar.
Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa mengatakan, kekerasan terhadap perempuan merupakan tindakan pelanggaran hak asasi manusia. Dengan maraknya kasus kekerasan terdahap perempuan dan tindakan pidana perdagangan orang (TPPO) selalu menjadi perbincangan serius dan masih menjadi isu strategis dalam pembangunan bangsa Indonesia, bahkan menjadi sorotan internasional.
Keseriusan Pemerintah Indonesia untuk dapat melindungi perempuan dari segala bentuk kekerasan, diwujudkan dengan disahkannya berbagai kebijkan seperti undang undang KDRT, undang undang TPPO,Ā  undang undang TPKS dan peraturan lainnya.Ā  “Mengenai kebijakan mengenai perlindungan dan pencegahan kekerasan terhadap perempuan tentunya menjadiĀ  urusan wajib pemerintah dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah,” kata Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa.
Lebih lanjut dikatakan, kasus kekerasan perempuan merupakan sebagian kecil dari angka kejadian yang sebenarnya terjadi. Sebagian kelompok yang rentan akan kekerasan faktor ekonomi yang tidak menentu dan budaya patriarki menjadi pemicu tingginya kasus kekerasan yang dialami perempuan.Ā  Bahkan tidak hanya rentan akan kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan seksual, psikis, penelantaran dan eksploitas. kekerasan yang dialami perempuan juga dapat terjadi di ranah piblik seperti sekolah dan tempat kerja.
Untuk menghapus kekerasan terhadap perempuan membutuhkan kerjasama dan sinergi dari berbagai komponen masyarakat untuk bergerak secara serentak baik aktivis HAM perempuan, pemerintah maupun masyarakat secara umum.”Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat tanggap dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya apabila terjadi kasus kekerasan terhadap perempuan serta melaporkan dan menindak lanjuti dengan cepat dan tanggap,” harapnya.
Ketua Panitia sekaligus Ketua Gatriwara Kota Denpasar Ny. Purnawati Ngurah Gede mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan juga untuk menggalang gerakan solidaritas berdasarkan kesadaran untuk mencegah kekerasan terhadap perempuan.
SehinggaĀ  yang menjadi sasaran pesertaĀ  kampanye anti kekerasan terhadap perempuan ini berjumlah 125 orang terdiri dariĀ  Organisasi Perempuan di Kota Denpasar atau GOW yakni WHDI , Gatriwara , Ibu – Ibu Persit , Ibu Bhayangkari , dan organisasi perempuan lainnya. Serta sebanyak 75 orang dari TP PKK Kota Denpasar , TP . PKK Kecamatan dan TP . PKK Desa Kesiman Kertalangu sebanyak 50 Orang.
Kegiatan ini juga mendatangkan nasumberĀ  dari Komisi IV DPRD Kota Denpasar Cynthia Febriani, LBH APIK Bali Luh Putu Anggreni, Ketua Tim TPPO Nasional Yohana Agustina Pandhi, Bali Sruti I Gusti Ayu Andani Pertiwi, Forum Anak Kota Denpasar dan Gede Bagus. “Dengan kegiatan ini kami harapkan tidak ada kekerasan lagi terhadap perempuan maupun anak di Kota Denpasar,” harapĀ  Ny. Purnawati Ngurah Gede.
Sumber : Humas Pemkot Denpasar
Baca Juga :  Sebanyak 267 Orang Sembuh Covid-19 di Kota Denpasar, Prosentase Kesembuhan Naik menjadi 92,23 Persen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here