Koster Sambut Delegasi Timor-Leste di Jaya Sabha, Bidik Kerja Sama Ekonomi dan Bisnis

0
117

Balinetizen.com, Denpasar

 

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut kedatangan Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Republik Demokratik Timor-Leste, Marcos da Cruz, bersama delegasi Bali–Timor-Leste Business Forum di Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (3/10/2026) malam.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Bali–Timor-Leste Business Forum bertajuk “Connecting Opportunities, Building Prosperity” yang berlangsung pada 2–3 Oktober 2026.

Koster menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Bali sebagai tuan rumah forum yang mempertemukan pemerintah dan pelaku usaha dari kedua wilayah.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, kami menyambut baik dipilihnya Provinsi Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan Bali–Timor-Leste Business Forum,” ujar Koster.

Menurut Koster, hubungan Indonesia dan Timor-Leste selama ini terjalin dengan baik. Kedekatan geografis serta hubungan historis menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama di masa mendatang.

Ia berharap forum tersebut tidak berhenti pada pertemuan, tetapi menghasilkan kolaborasi konkret di berbagai sektor potensial.

“Kami berharap setelah pertemuan ini, Bali dan Timor-Leste dapat bekerja sama mengembangkan berbagai sektor potensial, khususnya pariwisata, pertanian, peternakan, dan perdagangan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Koster juga memperkenalkan sejumlah komoditas unggulan Bali. Meski memiliki wilayah yang relatif kecil, Bali dinilai memiliki kekayaan pertanian dan peternakan yang beragam.

Di antaranya salak Bali, jeruk Bali, manggis, mangga, beras Bali, ayam Bali, babi Bali hingga sapi Bali.

Khusus sapi Bali, Koster menegaskan pemerintah terus menjaga keberadaan dan kemurnian sapi lokal tersebut. Salah satu bentuk perlindungannya adalah kebijakan tidak mengizinkan sapi dari luar Bali masuk ke wilayah Bali.

“Pemerintah Pusat juga mendukung upaya perlindungan sapi Bali agar kemurnian dan keasliannya tetap terjaga,” jelasnya.

Dari sektor pariwisata, Koster menyebut Bali terus menjadi salah satu destinasi utama wisatawan mancanegara.

Baca Juga :  PBSI Klungkung Jadikan Kejurprov Ajang Evaluasi Atlet

Hingga 30 September 2026, tercatat sekitar 4,6 juta wisatawan mancanegara (wisman) telah berkunjung ke Bali. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Dari jumlah tersebut, sekitar 30 ribu wisman berasal dari Timor-Leste.
Koster berharap potensi tersebut dapat terus dikembangkan seiring semakin eratnya hubungan Bali dan Timor-Leste.

“Kami siap melanjutkan dan memperkuat hubungan baik yang telah terjalin selama ini,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Timor-Leste Marcos da Cruz menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Pemerintah Provinsi Bali, atas sambutan dan dukungan terhadap pelaksanaan forum bisnis tersebut.
Ia mengatakan Wakil Perdana Menteri Timor-Leste sebelumnya direncanakan hadir di Jaya Sabha, namun batal karena harus melanjutkan tugas negara.

Dalam forum Bali–Timor-Leste Business Forum, terdapat tiga sektor utama yang menjadi perhatian, yakni Blue Economy, Green Economy, dan Gold Economy.

Untuk Green Economy, Marcos menyebut Timor-Leste memiliki lahan pertanian yang luas dan subur dengan berbagai komoditas, seperti padi, jagung, kopi, dan buah-buahan.
Namun, pengembangan sektor tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia.

“Kami ingin mempelajari bagaimana memulai dan mengelola sektor pertanian dengan baik agar mampu memberikan hasil yang maksimal,” katanya.

Sementara dalam pengembangan Blue Economy, Timor-Leste memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan.

Berdasarkan hasil studi yang disampaikan Marcos, potensi stok ikan di Timor-Leste mencapai sekitar 700 ribu ton per tahun. Namun, potensi tersebut hingga kini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung perekonomian.

Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting dalam mengoptimalkan sektor kelautan dan perikanan.

Baca Juga :  Toya Devasya Dikunjungi 29.662 Wisatawan Pada Desember 2019

Sedangkan melalui Gold Economy, delegasi Timor-Leste datang bersama sejumlah pengusaha ke Bali untuk melihat secara langsung praktik pengembangan bisnis dan belajar dari pengalaman pelaku usaha di Bali.
Marcos berharap berbagai praktik baik yang ditemukan selama kunjungan dapat diterapkan di Timor-Leste dengan menyesuaikan potensi dan peluang yang dimiliki negara tersebut.

“Kami dapat saling belajar. Dengan suasana Bali yang aman dan damai, kami berharap kerja sama dan hubungan antara Timor-Leste dan Bali semakin kuat dan terus berkembang,” ujarnya.

Kedatangan Marcos da Cruz ke Jaya Sabha turut didampingi Wakil Presiden Veteran (Conselho dos Combatentes da Libertação Nacional de Timor-Leste) Mario Nicolao dos Reis, Koordinator Jenderal Bidang Ekonomi Jorge, serta Presiden Câmara de Comércio e Indústria Timor-Leste Jorge Manuel de Araujo Serrano.
Kalau ingin, saya juga bisa buatkan �⁠versi yang lebih tajam untuk portal berita, dengan lead yang lebih kuat pada potensi 700 ribu ton ikan Timor-Leste dan peluang bisnis Bali.(RLS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here