Balinetizen.com, Jembrana
Krisis air bersih di Banjar Sombang dan Banjar Sarikuning di Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali menjadi atensi Polres Jembrana. Dengan menggunakan kendaraan water camon Polres Jembrana turun tangan menyalurkan air bersih.
Di dua wilayah itu (Banjar Sombang dan Banjar Sarikuning) sedikitnya 250 kepala keluarga (KK) kesulitan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga terpaksa mencari air ke sungai terdekat. Krisis air bersih sudah terjadi sejak sebulan belakangan dipicu kemarau panjang.
Seizin Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana, Kasat Samapta Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta mengatakan, pendistribusian air bersih di Desa Tukadaya dilakukan di Banjar Sombang dan Banjar Sarikuning dengan total mencapai 1200 liter.
“Masing-masing banjar kita salurkan 600 liter air bersih,” ujar Suparta, seizin Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana, Sabtu (28/10/2023).
Di Banjar Sombang, kata dia, kurang lebih ada 100 KK yang mengalami kesulitan air bersih. Sedangkan di Banjar Sarikuning sekitar 150 KK. Dan air bersih yang disalurkan ditampung di bak-bak penampungan air yang disiapkan warga di depan rumah.
Dari keterangan warga, kemarau berkepanjangan menjadi pemicu debit air di penampungan terus mengecil dan berkurang sehingga warga kekurangan air bersih.
“Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya Polres Jembrana untuk membantu masyarakat dalam mengatasi krisis air bersih,” tandasnya.
Pembagian air bersih dilakukan mulai pukul 09.00 Wita dengan menggunakan kendaraan patroli R4 Double Cabin dan Armored Water Cannon (AWC) Polres Jembrana.
I Komang Wirata Putra, warga setempat mengatakan bantuan air bersih dari Polres Jembrana khusus digunakan untuk minum atau memasak. Sedangkan untuk yang lainnya seperti mandi atau MCK lainnya dari air sungai. (Komang Tole)

