Kronologi Boat The Tanis Terbalik di Nusa Lembongan, 89 Penumpang Selamat

0
291

Balinetizen.com, Klungkung

Kecelakaan laut terjadi di Pelabuhan Tanjung Sanghyang, Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Rabu sore, 4 Juni 2025.

Sebuah fast boat bernama The Tanis dilaporkan terbalik setelah dihantam ombak besar sesaat setelah meninggalkan pelabuhan. Beruntung, seluruh penumpang yang berjumlah 89 orang dinyatakan selamat.

Kasi Humas Polres Klungkung, AKP Agus Widiono, menjelaskan bahwa insiden bermula sekitar pukul 16.00 WITA, ketika Boat The Tanis tiba di Pelabuhan Tanjung Sanghyang untuk menaikkan dan menurunkan penumpang. Setelah proses tersebut selesai, sekitar pukul 16.30 WITA, kapal cepat tersebut lepas jangkar dan mulai bergerak mundur dengan tujuan Pelabuhan Sanur.

“Namun saat mulai mundur, boat tiba-tiba dihantam ombak besar dari belakang. Akibatnya, kapal miring ke sebelah kiri hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik tak jauh dari bibir pantai,” ungkap AKP Agus, Kamis (5/6/2025).

Warga dan petugas yang berada di sekitar lokasi dengan sigap melakukan evakuasi terhadap seluruh penumpang. Proses penyelamatan berlangsung cepat dan rampung sekitar pukul 18.30 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Diketahui, Boat The Tanis membawa total 89 penumpang, terdiri dari 77 wisatawan mancanegara (WNA) dan 12 warga negara Indonesia (WNI), serta 5 kru kapal termasuk kapten. Seluruhnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Menurut data dari pihak syahbandar, Boat The Tanis memiliki kapasitas tempat duduk sebanyak 125, sehingga kapal tidak mengalami kelebihan muatan saat insiden terjadi.

Saat proses evakuasi terhadap badan kapal melibatkan penyelam profesional untuk memastikan tidak ada korban yang terperangkap di dalam kapal maupun dasar laut.

Kapal cepat (fast boat) jenis GT 42 itu seharusnya melanjutkan perjalanan menuju Sanur, namun akibat kejadian tersebut, sebagian penumpang memilih bertahan di Nusa Lembongan, sementara dua WNA telah diberangkatkan menuju Sanur.

Baca Juga :  Sosialisasi PermenPAN RB No. 20 tahun 2018 di Badung

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi para operator transportasi laut di Bali, khususnya di jalur wisata Nusa Penida – Sanur, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut. Koordinasi dengan BMKG dan pengawasan ketat dari syahbandar sangat dibutuhkan guna menjamin keselamatan wisatawan dan awak kapal.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here