Balinetizen.com, Denpasar
Berawal dari komunitas fun football, Perseden Aloemni kini berkembang menjadi wadah berkumpulnya mantan pemain, suporter, hingga para pecinta Perseden Denpasar. Komunitas yang terbentuk pada 2020 itu tidak hanya menjadi tempat menyalurkan hobi sepak bola, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan menjaga ikatan para pencinta Perseden lintas generasi.
Ketua Perseden Aloemni, Anak Agung Ngurah Garga Chandra Gupta, mengatakan komunitas tersebut awalnya hanya beranggotakan sekitar 15 orang. Seiring berjalannya waktu, keanggotaan berkembang menjadi sekitar 40–50 orang. “Awalnya kita hanya fun football. Dalam pelaksanaannya berkembang. Bukan hanya mantan pemain bola, tetapi teman-teman yang fanatik terhadap Perseden juga kita gabungkan. Ada pemain, suporter, sampai tim penggembira,” ujar pria yang akrab dipanggil Turah Mantri di sela-sela kegiatan perayaan hari jadi Ke-6 di Lapangan Gelora Ida Cokorda Ngurah Gede Pemecutan, Denpasar, Sabtu (19/9) malam.
Menurutnya, Perseden Aloemni dibentuk untuk menyatukan seluruh elemen yang memiliki ikatan dan kecintaan terhadap Perseden. Karena itu, keanggotaan tidak terbatas kepada mereka yang pernah memperkuat Perseden sebagai pemain. “Pokoknya yang fanatik dulu kepada Perseden kita ajak. Kadang orang berpikir, ‘Kok dia bukan pemain Perseden dulu?’ Tapi dia kan suporter Perseden dulu,” kata Turah Mantri yang juga pernah menjabat Ketua Askot PSSI Denpasar ini.
Sejak berdiri, Perseden Aloemni aktif menggelar kegiatan sepak bola. Dalam sebulan, komunitas ini rata-rata bermain tiga kali. Pertandingan biasanya digelar pada Sabtu, sehingga para anggota tetap memiliki waktu bersama keluarga pada Minggu. Tak hanya bermain di Bali, Perseden Aloemni juga rutin melakukan tur sepak bola ke luar daerah. Hingga kini, kegiatan tur tersebut telah dilakukan sebanyak tujuh kali dan bahkan menjangkau Palangka Raya. Dalam setiap kegiatan, kata Turah Mantri, bukan hanya pertandingan yang menjadi tujuan. “Kebersamaan dan kepedulian antaranggota juga menjadi bagian penting dari komunitas tersebut,” sebutnya.
Perseden Aloemni kemudian menetapkan 20 September sebagai hari jadi komunitas. Tanggal tersebut dipilih bukan karena merupakan tanggal lahir Perseden, melainkan untuk mengabadikan semangat Puputan Badung. Selain menjadi wadah silaturahmi, Perseden Aloemni juga ikut memberi perhatian terhadap pembinaan sepak bola generasi muda. Sejumlah anggota komunitas merupakan pelatih yang masih aktif. Bahkan, Turah Mantri sendiri memiliki sekolah sepak bola (SSB). “Pelatih-pelatih yang masih aktif sekarang ikut bergabung. Saya sendiri punya SSB. Pelatih-pelatihnya ada di komunitas kita ini,” kata pemain kidal yang juga pemain Gelora Dewata era Galatama ini.
Turah Mantri sendiri juga merupakan mantan pemain Perseden, Dia sempat memperkuat tim kebanggaan Kota Denpasar tersebut pada 1998. Pengalaman sebagai pemain dan kecintaannya terhadap Perseden kemudian menjadi salah satu bagian dari semangat membangun Perseden Aloemni. Kini, Perseden Aloemni terus menjaga eksistensinya melalui kegiatan sepak bola dan kebersamaan. “Komunitas ini menjadi wadah bagi semua yang pernah berada di lapangan maupun di luar lapangan. Kita di sini memiliki satu ikatan yang sama, yakni kecintaan terhadap Perseden Denpasar,” imbuhnya
Dalam kegiatan itu, hadir pula Kepala Kantor PT Taspen (Persero) Cabang Denpasar, Frans Manaksak Siburian. Yang mana, dia melihat kekompakan, silaturahmi, kebersamaan alumni Perseden yang sangat baik. Bahkan, dia menilai kalau suasana hangat seperti yang dilakukan para alumni Perseden jni jarang bisa ditemui. “Biasanya kan setelah aktif bermain bola itu sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri. Sekarang Perseden ini bikin komunitas untuk alumni-alumninya, bisa bergabung, bersilaturahmi lagi, bisa bikin pertandingan-pertandingan fun untuk menjalin silaturahmi, untuk mengenang masa-masa bermain dulu. Ya, kalau tidak ada kendala, kami juga akan mempersiapkan tim untuk sparing dengan alumni Perseden ini ke depannya,” tambahnya. (Rls)

