Langkah Tepat, Empati Presiden Tidak Melakukan “Open Hause” di Tengah Derita Rakyat, Bencana dan Krisis Ekonomi yang Menghadang

0
543

 

Balinetizen.com, Denpasar

Empati Presiden untuk Tidak Melakukan “Open Hause” di Tengah Derita Rakyat yang Tertimpa Bencana dan Krisis Ekonomi yang Menghadang adalah langkah tepat dan bijaksana.

Hal tersebut dikatakan Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi, Sabtu 21 Maret 2026.

Jro Gde Sudibya menyatakan setuju terhadap langkah Presiden untuk tidak melakukan “Open hause” dalam perayaan Idul Fitri tahun ini, dan himbauan kepada para menteri untuk tidak melakukan perayaan berlebihan.

Dikatakan, sudah semestinya para penguasa berempati pada derita rakyat di daerah bencana, seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan daerah lainnya di Indonesia.

Menurut Jro Gde Sudibya, kepercayaan publik -public trust- terhadap pemerintah terus mengalami penurunan, kalau kita menyimak komunikasi di media sosial.

” Momentum bagi pemerintah untuk memulihkan kepercayaan dengan menumbuhkan simpati dan empati terhadap derita dan beban rakyat,” kata Jro Gde Sudibya.

Dikatakan, Empati ini mesti ditindak-lanjuti melalui kebijakan fiscal yang lebih rasional, dengan melakukan koreksi terhadap kebijakan fiscal selama ini yang menjadi sorotan publik.

“Koreksi terhadap alokasi dana: MBG, Koperasi Merah Putih, Program Ketahanan Pangan yang ambisius, yang kemudian dialihkan ke program: penciptaan kesempatan kerja,” katanya .

Selanjutnya, dana MBG itu dialihkan pada peningkatan produktivitas ekonomi di sektor UMKM, produktivitas ekonomi bagi petani dan nelayan yang berkontribusi nyata untuk menekan kemiskinan dan mengangkat mereka ke hidupan lebih layak.

“Peningkatan kesempatan kerja produktif, untuk mengangkat standar kehidupan sekitar 60 % angkatan kerja yang bekerja di sektor informal,” kata Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi.

Jurnalis Nyoman Sutiawan

Baca Juga :  Koordinasi Tindak Lanjut Program Desa Antikorupsi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here