Balinetizen.com, Denpasar-
Dalam rangka perayaan hari ulang tahun ke-3, Living World Denpasar menggelar program tanggung jawab sosial (CSR) yang berfokus pada kesehatan dan tumbuh kembang anak di Kelurahan Tonja. Program yang dilaksanakan pada Senin, 23 Maret 2026 di area Amphiteather Living World Denpasar ini menyasar kegiatan Posyandu di 10 banjar dengan sekitar 150 balita sebagai penerima manfaat. Bantuan yang diberikan berupa 10 unit timbangan bayi digital, 200 botol minum anak, serta 150 paket mainan edukatif.
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, donor darah, serta edukasi terkait tumbuh kembang anak, ibu hamil, dan pencegahan stunting.
General Manager Living World Denpasar, Maria Lucia Lazuardi, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dengan berbagai komunitas, termasuk tenaga medis dari RS Ngoerah. “Kami menghadirkan layanan seperti donor darah, sosialisasi ibu hamil, serta edukasi stunting. Masyarakat Bali sendiri sudah cukup aware terhadap kesehatan ibu dan anak, dan kami hadir untuk memfasilitasi ruang edukasi tersebut,” ujarnya.
Direktur Properti Kawan Lama, Jani Wati, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi nyata perusahaan kepada masyarakat Bali. “Di usia ke-3 ini, kami ingin terus hadir untuk masyarakat Bali. Living World Denpasar tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan, tetapi juga ruang yang menyatukan manusia, seni, budaya, dan alam. Melalui berbagai program, termasuk CSR ini, kami berupaya memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa saat ini Living World Denpasar menampung lebih dari 150 tenant, dengan sekitar separuhnya merupakan pelaku UMKM lokal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi.
Direktur Properti Kawan Lama, Jani Wati (kiri) dan General Manager Living World Denpasar, Maria Lucia Lazuardi (kanan).
Selama tiga tahun terakhir, Living World Denpasar secara konsisten menjalankan berbagai program sosial dan lingkungan. Di bidang kesehatan, kegiatan donor darah telah menghasilkan sekitar 373 kantong darah dari lebih dari 500 partisipan, serta puluhan kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.
Sementara di bidang lingkungan, pengelola mencatat telah mengumpulkan 158 kilogram sampah botol plastik serta mengolah 64 kilogram limbah sumpit menjadi produk yang dapat digunakan kembali. Upaya ini diperkuat dengan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 502,2 kWp yang berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon.
Melalui berbagai program tersebut, Living World Denpasar berharap dapat terus berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah sekitar operasionalnya. Terkait rencana pengembangan ke depan, manajemen menyebut masih melakukan kajian dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global.
BN-Radha

