Balinetizen.com, Denpasar
Dalam rangka memperingati Milad Majelis Taklim (MT) An-Nur tahun 2025, Majelis Taklim An-Nur Denpasar menyelenggarakan berbagai perlombaan keagamaan yang diikuti oleh 12 majelis taklim se-Kota Denpasar. Kegiatan ini menjadi momentum perdana yang mempertemukan para ibu-ibu pengajian dari berbagai wilayah untuk bersilaturahmi sekaligus mengasah ilmu agama.
Serangkaian lomba digelar pada Sabtu 15 Juni 2025, ini mencakup lomba cerdas cermat, tartil, dan hafalan ayat pendek. Rangkaian kegiatan akan berakhir pada 29 Juni mendatang dengan pengajian akbar dan pengumuman pemenang lomba.
“Ada 12 majelis taklim se-Kota Denpasar yang mengikuti lomba kali ini,” ungkap Ketua Panitia, Umra Dyasila, saat ditemui di Denpasar, Minggu (15/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja pengurus baru MT An-Nur yang mulai aktif setahun terakhir. “Ini kegiatan perdana, niat awal kami ingin menyambung silaturahmi. Sejak sebelum puasa kemarin sudah ada kajian di TVRI, lalu santunan anak yatim, dan kini lomba-lomba keagamaan,” paparnya.
Tiga ustad hadir sebagai dewan juri dalam perlombaan ini, yaitu Ustad Agus Salim, Ustad Muhammad Kosim, dan Ustad Jawas Sokan. Ketiganya juga memberikan evaluasi serta masukan agar kegiatan keagamaan tidak hanya bersifat seremonial, namun memberi dampak spiritual dan sosial yang nyata.
“Lebih ke mengokohkan hati untuk membangun peradaban generasi,” tegas Ustad Jawas Sokan. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antar ibu-ibu majelis taklim serta mengukur sejauh mana penyerapan ilmu dari para ustad yang selama ini mendampingi kajian di masing-masing tempat.
Ustad Agus Salim berharap kegiatan ini tidak berhenti pada peringatan milad saja, tetapi bisa berlanjut dalam bentuk kolaborasi yang lebih luas. “Bisa dalam bentuk kajian rutin bersama, mengundang ustad yang memiliki kapasitas di bidang tertentu, agar pemahaman ibu-ibu lebih mendalam dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Sementara itu, Ustad Muhammad Kosim menilai kegiatan ini sebagai sarana evaluasi dan motivasi. “Bagaimana kemampuan yang sudah diajarkan selama kajian diuji, agar selalu merasa kurang dan terus belajar, sehingga ilmu yang didapat bisa diamalkan,” tegasnya.
Ketua Majelis Taklim An-Nur, Latifa Saleh, menyampaikan bahwa puncak kegiatan akan digelar pada 29 Juni 2025 dengan pengajian akbar. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai evaluasi terhadap keberhasilan kajian selama ini.
“Majelis Taklim An-Nur sudah berdiri sejak lama. Kepengurusan saya adalah generasi ketiga. Kami ingin setiap kajian tidak hanya datang dan pulang, tapi ada tindak lanjut dan daya serap terhadap ilmu yang diberikan,” ujarnya.
Latifa menjelaskan bahwa sejak kepengurusannya aktif kembali, partisipasi anggota meningkat signifikan. “Dari awal hanya 12 orang, kini mencapai 180 anggota, dengan 90 yang aktif. Target saya, 100 orang aktif dalam setiap kajian,” ujarnya bangga.
Majelis Taklim An-Nur juga memiliki kegiatan rutin seperti kajian tiga kali sebulan, program mengaji, dan pembinaan tajwid dengan melibatkan beberapa ustadzah. Tidak ada syarat khusus untuk bergabung, karena menurut Latifa, “Tidak ada kata terlambat untuk belajar.”
Ia juga mengungkapkan rencananya untuk melibatkan remaja di masa depan. “Remaja juga perlu dibimbing agar tidak kehilangan arah. Maka kami ingin ke depan mereka bisa bergabung dalam pengajian dan mengaji,” tuturnya.
Untuk pelaksanaan lomba tahun ini, satu majelis hanya diwakili oleh beberapa peserta, namun ke depan Latifa berharap partisipasi semakin luas. “Tahun depan kami ingin setiap majelis bisa mengirimkan hingga 10 orang. Kami akan rangkul semua majelis taklim yang ada,” pungkasnya.
(jurnalis : Tri Widiyanti)

