Luncurkan Buku, Lan Ananda Terapkan Hipnoterapi untuk Atasi Cemas hingga Percobaan Bunuh Diri

0
154

 

 

Balinetizen.com, Denpasar 

Tokoh Tae Kwon Do Bali yang juga dikenal sebagai pengusaha pariwisata, AA. Ngurah Lanang Agung Ananda atau Lan Ananda, kini menapaki jalur baru sebagai praktisi hipnoterapi. Sejak tahun 2020, ia mendalami praktik penyembuhan ini secara serius dan kini meluncurkan sebuah buku edukatif berbasis pengalaman nyata pasien-pasiennya.

“Buku ini bukan sekadar panduan relaksasi. Saya ingin menunjukkan bahwa hipnoterapi itu lebih dari itu. Ia bisa menyentuh ranah penyembuhan seperti yang dilakukan psikolog atau psikiater, namun dengan pendekatan berbeda yaitu mengakses alam bawah sadar,” terang Lan Ananda, usai peluncuran e-book ‘Kursi Terapi Sense Hypno”, Selasa (29/7/2025) di Denpasar.

Menurutnya, standarisasi profesi hipnoterapis tak cukup hanya dengan sertifikasi. Jam terbang adalah faktor penting. Buku yang ia tulis ini mengupas metode terapi, proses analisa, serta kisah nyata klien—tanpa menyebutkan nama demi menjaga privasi.

“Pasien saya beragam, minimal lima orang per hari. Satu sesi bisa dua jam. Keluhan yang paling umum seperti cemas, panic attack, susah tidur, bahkan kasus ekstrem seperti percobaan bunuh diri atau keinginan melukai orang lain,” paparnya.

Lan Ananda mengklaim, gangguan mental di Bali cukup tinggi. Ia merujuk data Dinas Kesehatan yang menunjukkan tingginya rasio kasus. Melalui hipnoterapi, berbagai gangguan ini bisa ditangani, termasuk kecanduan dan insomnia.

Ia juga menjelaskan perbedaan antara hipnotis dan hipnoterapi. “Hipnotis itu orangnya, sedangkan hypnosis adalah prosesnya. Banyak yang menganggap negatif karena belum paham ilmunya,” jelasnya.

Dalam praktiknya, pasien akan duduk di kursi khusus yang disebut “kursi hypnosis”. Kursi ini dianggap sebagai “saksi bisu” yang menyimpan curahan isi hati pasien saat berada dalam kondisi hipnosis.

Baca Juga :  Adib Irfani Kemas Musik Etnik Kalimantan dan Jawa di Lagu Terbaru, Kidung Bakti

Lan Ananda juga menjabat sebagai Ketua Perkumpulan Komunitas Hipnoterapis Indonesia (PKHI). Ia menyatakan telah menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga dan tengah merancang pembentukan DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PKHI di daerah-daerah.

Bahkan, ia menerima ajakan dari Ketua Peradi Bali, Budi Adnyana, untuk memberikan layanan hipnoterapi di lembaga pemasyarakatan. “Saya siap. Kebetulan saya punya banyak murid, ratusan jumlahnya, dan mereka bisa saya gerakkan,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini tercatat sekitar 3.000 anggota PKHI di Bali, terdiri dari beragam latar belakang—dari dokter hingga dukun. Namun, sebagian besar belum aktif mempraktikkan keahlian hipnoterapi.

“Ke depan, saya berharap hipnoterapi bisa disejajarkan dengan profesi dokter,” tegasnya.

Buku yang ia tulis dijual dalam bentuk e-book seharga Rp199.000. Buku ini ditujukan untuk para praktisi, penyintas, dan siapa pun yang tengah berjuang menghadapi gangguan kesehatan mental.

 

(jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here