Balinetizen.com, Batu Bara
Surat berbadan sehat dan surat bebas narkoba di keluhkan masyarakat di wilayah kabupaten Batubara 210 biaya surat bebas narkoba 35 ribu surat berbadan sehat
Surat Keterangan Hasil Pemeriksaan Narkotika atau Surat Bebas Napza menjadi syarat penting untuk melengkapi administrasi berbagai keperluan, seperti pemerintahan, pendidikan, maupun lain-lainnya.
Namun, masyarakat yang hendak mengurus surat tersebut dibuat terkejut dengan biaya yang diduga ditetapkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah H. Ok Arya (RSUD OK Arys) Kabupaten Batubara.
Seperti halnya jika ingin melakukan pemeriksaan narkotika di rumah sakit H. Ok Arya Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, masyarakat harus membayar Rp210 ribu. Biaya tersebut pun dikeluhkan masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan di sana.
Seorang laki-laki bernama Herman (32), yang ingin melakukan pemeriksaan untuk keperluan administrasi tes jadi Kepling V Kelurahan Lima Puluh Kabupaten Batubara mengeluhkan hal tersebut pada Senin (3/8/2026).
“Saya sangat terkejut ketika menanyakan kepada bagian administrasi berapa biayanya, katanya Rp.210.000 dan surat berbadan sehat senilai Rp. 35 .000 . Total Pengeluaran Sebesar Rp. 245.000 Waduh, ini mahal sekali rasanya,” ucap Herman.
Hal inipun dirasakan oleh seorang wanita berinisial N (33), yang menyatakan bahwa biaya Rp.210.000 bukanlah biaya yang murah.
Saya mengurus surat bebas narkoba ini merupakan persyaratan wajib yang harus dilengkapi untuk mengikut program pelamar menjadi Kepling atau syarat utama pemberkasan administrasi yang lain. Tapi ketika bagian administrasi Sumut mengatakan biayanya Rp. 210.000 tentulah saya terkejut, kok bisa semahal itu,” pungkas wanita tersebut.
Saat ditanyai kepada petugas administrasi yang ada di ruangan pendaftaran di RSUD OK Arya Sumut, seorang pegawai wanita berbaju putih yang tidak ingin menyebutkan identitasnya mengatakan biaya Rp.210.000 tersebut memang sudah ketentuan dari Dirut RSUD OK Arya bang .ujar pegawai
“Biaya tes bebas narkotika ini termasuk penerimaan negara bukan pajak. Jadi biayanya tersebut akan masuk ke RSUD OK Arya Kabupaten Batubara. Memang sudah ketentuan dari sana,” tandas wanita yang bertugas menerima uang untuk biaya pemeriksaan narkotika tersebut.
Saat dipantau wartawan pada Senin (03/8/2026), ketika masyarakat berkomentar kepada petugas tentang biaya tersebut, seorang petugas di RSUD OK Arya kabupaten Batubara Sumut, wanita berbaju putih dan berkaca mata mengatakan silahkan saja tanyakan ke rumah sakit lain.
“Iya, biayanya memang Rp210 ribu, kalau gak mau silahkan saja ke rumah sakit. Mungkin di sana bisa murah,” ketus wanita yang bertugas mengecek urin itu kepada masyarakat yang ada di ruangan pendaftaran ini udah aturannya bang.
Sementara itu, Kepala RSUD OK Arya tidak ada komentar sama sekali
(Herman Manurung)

