Melali Bali Group–BMTA Siapkan Paket Wisata Kesehatan Terintegrasi 7–21 Hari

0
293
Melali Bali Group menjalin kerja sama strategis dengan Bali Medical Tourism Association (BMTA) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)pada Sabtu, 24 Januari 2026, di Gedung Lotus, Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Pemogan, Denpasar.

Balinetizen.com, Denpasar-

Pengembangan wisata kesehatan di Bali memasuki babak baru. Melali Bali Group menjalin kerja sama strategis dengan Bali Medical Tourism Association (BMTA) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU)pada Sabtu, 24 Januari 2026, di Gedung Lotus, Jalan Bypass I Gusti Ngurah Rai, Pemogan, Denpasar.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak sepakat berkolaborasi dalam pengembangan, pengemasan, dan pemasaran program wisata kesehatan, termasuk layanan medical wellness yang berfokus pada upaya promotif dan preventif. Inisiatif ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah serta merespons tren global meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan dan wellness yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Managing Director Melali Bali DMC & Melali MICE, Dr. Ketut Jaman, S.S., M.Si., mengatakan kerja sama ini bukan bersifat simbolik semata, melainkan fondasi strategis jangka panjang antara sektor kesehatan dan pariwisata. “MoU ini menjadi dasar sinergi dua sektor yang kini semakin saling terkait dalam menjawab kebutuhan global akan kesehatan, pemulihan, dan kualitas hidup,” ujar Ketut Jaman.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diyakini mampu menciptakan dampak berganda, mulai dari peningkatan lama tinggal wisatawan, diversifikasi produk pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja dan penguatan citra Indonesia sebagai destinasi medical dan wellness tourism yang terpercaya.

Ketut Jaman menerangkan sebagai perusahaan destination management company (DMC), Melali Bali Group berkomitmen mengelola integrasi layanan kesehatan dan pariwisata secara profesional, patuh regulasi, serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan wisatawan. Dalam implementasinya, Melali Bali Group bersama BMTA akan mengembangkan paket wisata kesehatan terstruktur dengan durasi tinggal antara 7 hingga 21 hari. “Paket tersebut mencakup layanan penjemputan bandara, akomodasi di kawasan wisata unggulan, transportasi lokal, layanan medis di rumah sakit mitra, layanan wellness di pusat-pusat terkurasi, serta kunjungan ke destinasi budaya Bali,” terang Ketut Jaman.

Baca Juga :  Kresna Budi Kembali Angkat Bicara Wacana Bandara Bali Utara Dicoret Dari PSN

Sementara itu, Ketua BMTA, dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes., menegaskan pentingnya sinergi antara sektor kesehatan dan pariwisata dalam pengembangan medical tourism. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadirkan layanan yang aman, beretika, dan sesuai standar internasional. “Kerja sama ini melibatkan sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya Sada Jiwa Healthcare, Bali Royal Hospital, Prima Medica Hospital, Unicare Clinic, Bhakti Rahayu, serta Ngoerah Sun Wellness and Aesthetic Center di Denpasar,” ujar Gede Wiryana.

Gede Wiryana menyebutkan dari sisi pasar, paket wisata ini menyasar wisatawan mancanegara, segmen senior dan aging population, pasien pasca-tindakan medis, serta pasar domestik premium yang memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan dan kualitas hidup. “Segmen ini dinilai memiliki lama tinggal dan nilai belanja lebih tinggi dibandingkan wisatawan leisure,” sebut Gede Wiryana.

Melali Bali Group dan BMTA optimistis kolaborasi ini dapat memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan medical dan wellness tourism di Asia, sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung transformasi pariwisata nasional.

BN-RADHA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here