Melestarikan Lingkungan Pantai, Di Tanam 10 Ribu Bibit Mangrove

0
257

 

Balinetizen.com, Buleleng

Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup berkolaborasi dengan komunitas Mangrove Ranger melakukan penanaman 10 ribu bibit mangrove dan 10 cemara laut di pantai Kerobokan dan Penarukan pada Jumat, (17/11/2023).

Disela-sela kegiatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat mengatakan kegiatan penanaman bibit mangrove dan cemara ini, sebagai upaya eksistensi lingkungan pantai menjadi lestari.

“Oleh karena itulah, kami mengajak komunitas Mangrove Ranger untuk secara bersama-sama melakukan penanaman,” jelasnya

Iapun menyebut penanaman manggrove kali ini berbeda seperti biasanya dengan metode guludan, lantaran lokasinya yang ekstrem. Dimana dengan metode ini, bibit bertahan tumbuh minimal 3 atau 6 bulan sehingga akarnya sudah turun ke bawah.

“Kalau lokasi ini mampu tumbuh dan bertambah 6 bulan, maka dilokasi lain yang bentangannya 157,05 kilo meter, pantai pantai Buleleng kita bisa restorasi lagi,” terangnya.

Kadis Melandrat menegaskan bahwasannya kegiatan ini bukan dilakukan hanya sekedar menanam melainkan melakukan pengawasan dan penyulaman.

“Ini kita tidak melaksanakan disini saja, nanti di Desember kita melaksanakan juga lanjutan juga dari pekerjaan tahun lalu penanaman di Pemuteran. Itu lebih mudah lokasinya dan tumbuhnya karena masih ada lumpur serta tanahnya,” tegasnya.

Disamping Dinas Lingkungan Hidup yang memiliki tugas dan fungsi menjaganya, masyakat dan truna truni di desa itu juga ikut terlibat menjaganya dengan membangun komitmen bersama.

“Kami harapkan terjaganya dan pemulihan mangrove yang ada di Buleleng dengan panjang 157,05 kilo meter itu mampu dikembalikan lagi fungsi ekologinya bagaimana nanti endemik ikan bisa dekat,” harapnya.

Ditempat yang sama, koordinator Komunitas Mangrove Ranger, Nyoman Suit Juniartini menyampaikan untuk Kabupaten Buleleng menjadi kabupaten ketiga dalam penanaman bibit mangrove yang sebelumnya sudah dilakukan di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Ini menjadi salah satu titik lounching penggerakan penanaman bersama untuk melakukan percepatan mitigasi bencana alam perubahan iklim.

Baca Juga :  Wapres Ma'ruf Amin Apresiasi Pemprov Bali Berhasil Tekan Angka Stunting

Juniartini juga menjelaskan untuk di Desa Kerobokan, penanaman bibit mangrove menggunakan sebanyak 34 rumpun dengan berukuran 1 kali 5 meter yang diisi 300 bibit dalam satu rumpun.

“Teman-teman semua ayo kita sama-sama menanam dengan bertanggung jawab dan pemeliharaan sampai bibit tumbuh,” pungkasnya. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here