Meninggal di Malaysia, Jenasah Siswa Magang Malam Ini Tiba di Rumah Duka

0
171

Ilustrasi

Balinetizen.com, Jembrana

Jenasah I Made Brata, mahasiswa asal Banjar Kaleran Kauh, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana direncanakan akan tiba di rumah duka, Kamis (29/1/2026) malam ini. Almarhum meninggal dunia saat mengikuti program magang di salah satu hotel di Malaysia.

Pemkab Jembrana bakal memfasilitasi proses penjemputan jenasah hingga sampai ke rumah duka. Sementara semua biaya pemulangan jenazah ditanggung pihak kampus yang memberangkatkan almarhum ke Malaysia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Nakerperin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi menyampaikan bahwa, dari hasil koordinasi dengan pihak kampus tempat almarhum sekolah, jenazah diberangkatkan dengan pesawat Malaysia Airline dan akan tiba di Bandara Ngurah Rai Bali sekitar pukul 18.25 Wita.

“Estimasi tiba di rumah duka sekitar pukul 22.00 sampai 23.00 nanti malam. Karena setelah tiba masih ada proses pengurusan dokumen di bandara,” ujar Kadis Nakerprin, Mirah Ananta, Kamis (29/1/2026).

Menurutnya proses penjemputan jenasah di Bandara Ngurah Rai akan difasilitasi Pemkab Jembrana yakni menggunakan kendaraan ambulance RSU Negara dan selanjutnya diantar ke rumah duka.

Pemkab Jembrana, sambungnya, juga telah menyediakan kendaraan bagi keluarga almarhum yang ikut melakukan penjemputan jenasah ke Bandara Ngurah Rai.

Terkait hasil pemeriksaan penyebab kematian almarhum, pihaknya masih menunggu hasil dari proses analisa sampel yang diambil pihak di Malaysia. “Sesuai keterangan di surat kematian yang diterbitkan, masih butuh waktu karena masih berproses,” sebutnya.

Mirah mengatakan, pihak keluarga almarhum juga akan menerima santunan dan ini masih dalam proses karena sebelumnya telah diasuransikan oleh pihak kampus. Selain itu, pihak keluarga juga tidak menanggung biaya apapun termasuk proses pencabutan dok jenazah di kargo bandara.

Baca Juga :  Bupati dan Wabup Jembrana Pantau Hari Terakhir Ujian Sekolah

“Kami dari Pemkab Jembrana secara kekeluargaan juga akan membantu. Mudah-mudahan proses pemulangan jenazah berjalan aman dan lancar hingga prosesi ritual pengabenan nanti,” harapnya.

Selanjutnya ia berharap agar masyarakat yang hendak bekerja ke luar negeri menggunakan jalur legal dan berasuransi. “Mengikuti program yang legal dan berasuransi sangat penting untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, almarhum I Made Brata diketahui meninggal dunia di Malaysia pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 00.00 waktu setempat. Pihak keluarga mengetahuinya sekitar pukul 07.00 Wita setelah diberitahu oleh pihak kampus tempat almarhum sekolah.

Almarhum merupakan siswa yang tengah mengikuti program magang di salah satu hotel di Malaysia selama enam bulan dan hingga diketahui meninggal dunia baru memasuki bulan keempat. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here