Menolak Tim Israel Bertanding di Bali, Wayan Koster Gagal Paham Soal Dinamika Pemikiran Bung Karno

0
211

Gubernur Bali I Wayan Koster bertemu dengan Menpora Dito Ariotedjo dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC), Raja Sapta Oktohari pada, Jumat (14/4/2023 di Rujab Jayasabha.

Balinetizen.com, Denpasar

Agaknya Gubernur Bali Wayan Koster gagal paham terhadap dinamika pemikiran Presiden RI Pertama Ir. Soekarno. Gagal memahami apa yang disebut disebut Soekarno sebagai elan vitalitas, geist (bhs.Jerman) jiwa zaman.

Hal itu disampaikan Jro Gde Sudibya, Sabtu (15/04/23) anggota MPR RI Utusan Daerah Bali, anggota Badan Pekerja MPR RI 1999 – 2004, BP MPR RI yang bertugas menyiapkan draft perubahan UUD 1945 yang kemudian disetujui oleh MPR RI.

Menurut Jro Gde Sudibya, Gubernur Bali Wayan Koster dapat dinilai melakukan pembangkangan terhadap Presiden yang sah, melalui tafsir gegabah terhadap Pembukaan UUD 1945, diperkirakan untuk tujuan kepentingan politik pribadinya.

Sebagai bawahan Presiden, lanjut pengamat politik itu (re.UUD 1945) semestinya tunduk dan bersetia pada Presiden, tidak menafsirkan sembarang Pembukaan UUD 1945. Kl.banyak Gubernur, Bupati atau Wali Kota seperti ini, alangkah “kacau balaunya” negeri ini.

Dikatakan, para elite kebangsaan tetap bersikukuh pada model Negara Kesatuan, sejak sebelum Indonesia merdeka, bukan bentuk yang lain sebut saja negara federal, dengan asumsi dan keyakinan bahwa Presiden sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintah memperoleh otoritas cukup dari konstitusi untuk mengendalikan pemerintahan dan menjaga keutuhan bangsa dari setiap upaya “pembangkangan”.

“Kalau saudara Koster sebagai pribadi (jangan menyeret dan mengatas namakan masyarakat Bali) bersikukuh bahwa kedatangan atlet Israel dalam event keolahragaan yang dilakukan oleh asosiasi olah raga dunia yang diakui sah, dan telah mendapat “lampu hijau” dari Presiden, sebaiknya yang bersangkutan meminta fatwa Makamah Konstitusi, sebelum terus “berkoar-koar” memalukan masyarakat Bali, mengingat ybs.masih menyandang Gubernur Bali,” kata Jro Gde Sudibya.

Baca Juga :  PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 23 Agustus, Pemerintah Tambah Kapasitas Tempat Ibadah dan Mall Dengan Prokes Ketat

Dikatakan, saudara Koster semestinya memberikan contoh untuk taat pada konstitusi, menafsirkannya secara benar (sesuai aturan hukum), tidak kesannya melakukan tafsir sembarangan “politicking” untuk target politik jangka pendek.

Sebelumnya diberitakan, viral di media sosial pemberitaan yang menyebutkan bahwa Gubernur Bali I Wayan Koster pasca bertemu dengan Menpora Dito Ariotedjo dan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC), Raja Sapta Oktohari pada, Jumat (14/4/2023 di Rujab Jayasabha, Denpasar mendukung 1000 persen kehadiran tim Israel di event World Beach Games yang rencananya digelar pada Agustus 2023 mendatang.

Dalam berita viral itu dikatakan bahwa Gubernur mendukung 1000 persen perhelatan tersebut. Atas hal itu Gubenur Bali I Wayan Koster membantahnya.

“Saya tegaskan berita ini tidak benar, sikap saya tetap konsisten menolak kehadiran Tim Israel dalam World Beach Games di Bali tahun 2023,” tandas Ketua Umum PDI-Perjuangan Provinsi Bali ini dalam keterangannya, Sabtu (15/4/2022).

Wayan Koster menegaskan bahwa, amanat dan kewibawaan Konstitusi UUD Negara Republik Indonesia 1945 harus ditegakkan dalam penyelenggaraan World Beach Games 2023 di Bali, dengan menjunjung tinggi nilai – nilai kemanusiaan.

“Artinya, penyelenggaraan World Beach Games 2023 di Bali dilaksanakan tanpa kehadiran Tim Israel,” tegasnya kembali.

Koster juga menegaskan, siap mendukung penuh penyelenggaraan World Beach Games di Bali tahun 2023 agar berjalan lancar dan sukses.

“Sepanjang sesuai kesepakatan tanpa kehadiran Tim Israel,” pungkasnya. (Adi Putra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here