Balinetizen.com, Badung
Dalam kolaborasi inovatif, Knowledge Management Society Indonesia (KMSI) bermitra dengan asosiasi Knowledge Management dari Singapura, Australia, dan Bangkok University untuk menggelar GLINK Knowledge Management Summit 2024 di Grand Hyatt, Badung, Bali, pada tanggal 9 hingga 11 Januari 2024.
Jann Hidayat Tjakraatmadja, Presiden KMSI, menekankan tema pertemuan ini, “Manajemen Pengetahuan End to End,” yang bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan pengetahuan, meningkatkan pengambilan keputusan, dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah di tengah lanskap dinamis AI, pembelajaran mesin, dan IoT .
Menyoroti bahwa Manajemen Pengetahuan lebih dari sekedar konsep, Tjakraatmadja menggarisbawahi perannya sebagai landasan yang menjembatani pengalaman masa lalu, pembelajaran saat ini, dan inovasi masa depan.
“Hari ini kita berkumpul untuk merayakan pentingnya peran Knowledge Management dalam menghadapi tantangan dan meraih peluang di era yang berubah dengan cepat ini,” ujarnya didampingi Ahmad Ghazali dari KMSI dan 3 keynotspeaker lainnya yakni dari Singapura, Thailand dan Australia pada pembukaan GLINK KM Summit 2024 di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa, 9 Januari 2024 .
Ia menekankan kolaborasi sebagai kunci pengembangan ekosistem Knowledge Management dan memposisikannya sebagai solusi mengatasi stagnasi di lapangan.
Di Indonesia, ia mencatat rendahnya tingkat inovasi karena kurangnya pemanfaatan pengetahuan.
“Banyak individu cerdas yang ada, namun pengetahuannya tidak dibagikan,” tegasnya, Selasa 9 Januari 2024.
Menanggapi keengganan pemerintah baru-baru ini terhadap AI, Tjakraatmadja mengklarifikasi bahwa hal tersebut bukanlah penolakan namun kurangnya pemahaman, dan mendesak penerapan yang proaktif daripada penolakan.
Ahmad Ghazali perwakilan KMSI, mengungkapkan bahwa acara ini diikuti lebih dari 150 peserta dari berbagai latar belakang, baik profesional, akademisi, badan usaha, serta perwakilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta baik nasional maupun internasional.
Didukung oleh sponsor utama seperti PT Pelabuhan Indonesia, KM Plus, PT Darta Media Indonesia, dan lainnya, acara ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang memperkaya bagi peserta untuk mengeksplorasi beragam perspektif, strategi, dan pengalaman dalam manajemen pengetahuan.
Tiga keynotspeaker lainnya sepakat bahwa untuk membangun knowledge management dibutuhkan kolaborasi semua pihak.
Rejesh dari Singapura mengatakan hal ini untuk mendorong diskusi kolaboratif mengenai praktik inovatif, membangun pemahaman kolektif dan mengatasi tantangan khususnya di era disrupsi digital saat ini. (Tri Prasetiyo)

