Musibah Kapal Tenggelam, Polres Jembrana Dirikan Posko Pengaduan

0
74

 

Balinetizen.com, Jembrana

Tragedi tenggelamnya kapal penumpang KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Selat Bali, Kamis (3/7/2025) dini hari menyisakan kepedihan mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat.

Akan peristiwa tersebut Polres Jembrana menyampaikan duka cita mendalam. Menyikapi insiden tersebut, Polres Jembrana mendirikan tiga posko tanggap darurat guna memudahkan koordinasi penanganan dan pelayanan kepada masyarakat.

Posko pertama dibangun di Pelabuhan Gilimanuk sebagai Media Center. Dengan memanfaatkan Kantor ASDP, posko ini berfungsi untuk pendataan dan penanganan korban selamat sekaligus pengaduan.

Posko kedua di bangun di areal RSU Negara yang berfungsi untuk identifikasi dan penanganan korban, baik selamat maupun meninggal dunia.

Posko ketiga di Mapolres Jembrana. Posko ini dibuka bagi masyarakat untuk melaporkan anggota keluarga yang menjadi penumpang kapal maupun mendapatkan informasi terkini terkait perkembangan evakuasi.

Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati melalui PS. Kasi Humas Polres Jembrana Ipda I Putu Budi Arnaya menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah ini.

“Kami dari Polres Jembrana menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Ini adalah duka kita bersama. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dalam proses pencarian, identifikasi, hingga pendampingan kepada keluarga korban,” ujarnya. Kamis (3/7/2025).

Ia juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak menyebarluaskan konten-konten yang tidak pantas atau belum terkonfirmasi kebenarannya. Mari kita fokus pada upaya pencarian dan penyelamatan. Saat ini yang paling penting adalah solidaritas dan doa kita bersama,” tegasnya.

Masyarakat yang merasa memiliki kerabat atau keluarga sebagai penumpang kapal dihimbau untuk melapor ke posko-posko yang disediakan.

Baca Juga :  Rakor Dengan Kajari Badung, Wabup Suiasa Harapkan Pendampingan Optimalisasi Penggunaan Dana Desa

Untuk diketahui, KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam saat sedang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. Dalam pelayaran itu dalam manifest tercatat kapal membawa 53 penumpang, 12 ABK dan mengangkut 22 kendaraan termasuk 14 truk tronton.

Data sementara yang diperoleh dari berbagai sumber sebanyak 34 korban ditemukan, 28 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia. Sementara dari 28 orang yang selamat, 21 orang sudah dipulangkan ke Jawa dan 7 orang menetap di Bali.

Hingga kini, proses evakuasi dan pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri, Basarnas, dan stakeholder terkait. (Komang Tole)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here