Balinetizen.com, Seminyak-
Perayaan Oktoberfest tidak hanya identik dengan bir dan kuliner khas Jerman. Four Points by Sheraton Bali, Seminyak, menghadirkan pengalaman berbeda melalui program Balinese Feast × Beer Flight, yang memadukan tiga pilihan bir dengan aneka hidangan khas Bali di Above Rooftop Lounge & Bar.
Program yang berlangsung setiap Sabtu selama Oktober 2026 ini mengajak pengunjung menikmati pengalaman beer pairing, yakni memadukan karakter bir dengan cita rasa makanan. Berlokasi di lantai enam hotel, kegiatan ini juga menawarkan panorama matahari terbenam di kawasan Seminyak.
Multi-Property General Manager Four Points by Sheraton Bali, Seminyak dan Fairfield by Marriott Bali, South Kuta, Franklyn Kocek, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya mengangkat karakter lokal Bali melalui pengalaman kuliner. “Karena kita berada di Pulau Bali, of course kita pengen highlight namanya destinasi kita. Bali ini kan sangat sekali dengan banyak pilihan makanannya,” ujar Franklyn yang ditemui di Above Rooftop Lounge & Bar pada Kamis malam (8/10/2026).
Menurutnya, kekayaan kuliner Bali menjadi peluang untuk menghadirkan perpaduan rasa yang berbeda. Salah satu yang diangkat dalam program ini adalah kue putu, kudapan tradisional yang selama ini tidak umum dipasangkan dengan bir. “Ada kue putu yang nggak pernah di-highlight loh. Dan akhirnya kita keluar dari itu, ternyata kue putu tersebut bisa kita pairing dengan beer yang kita miliki tadi,” katanya.
Konsep tersebut menjadi bagian dari program Best Brews yang menghubungkan pengalaman menikmati bir dengan karakter lokal destinasi. Melalui beer flight, pengunjung diajak mengenal tiga jenis bir dengan karakter berbeda, yang masing-masing dipadukan dengan hidangan pembuka, hidangan utama, hingga makanan penutup.
Assistant Food & Beverage Manager Four Points by Sheraton Bali, Seminyak, Agus Hery Sutyawan, menjelaskan bahwa konsep ini dikembangkan dari pengalaman wine pairing yang lebih dahulu dikenal masyarakat. “Jadi yang pertama perlu kita mengenal itu, memang ini yang kita kenal itu kan wine pairing. Jadi kita rubah konsepnya itu sekarang. Food itu bisa pairing dengan beer juga,” ujar Agus.
Ia mengatakan, bir selama ini kerap dikenal sebagai pendamping makanan seperti burger. Melalui program ini, pihaknya ingin menunjukkan bahwa bir juga dapat dipadukan dengan makanan khas Bali maupun hidangan Indonesia lainnya. “Nah, kita meng-elevate lagi itu. Kalau Balinese food kita itu bisa elevate lagi, mengeluarkan rasa dari beer itu. Jadi orang-orang itu bisa menikmati makanan Balinese itu dengan beer-beer yang kita punya,” katanya.
Agus juga menyoroti keberagaman produk bir yang tersedia di Bali. Menurutnya, masyarakat dapat mengeksplorasi pilihan bir dengan karakter rasa yang berbeda untuk menemukan perpaduan yang sesuai dengan makanan. “Jadi di Bali pun itu nggak cuma ada birang, ada labihai, tapi ada banyak beer lain juga,” ujarnya. Ia turut menyebut produk Indonesian Pale Ale yang menurutnya memiliki karakter rasa dan aroma hop yang dapat dipadukan dengan makanan Bali maupun Indonesia.
Dalam rangkaian Balinese Feast × Beer Flight, perjalanan rasa dimulai dengan San Miguel Light yang memiliki karakter ringan, segar, dan crisp. Bir ini dipadukan dengan pilihan hidangan pembuka, yakni Sate Be Pasih, sate ikan berbumbu khas Bali dengan sambal matah, atau Urutan Babi, sosis babi khas Bali yang disajikan bersama sambal embe.
Untuk hidangan utama, pengunjung dapat memilih El Diablo IPA dengan karakter hoppy dan aromatik. Pilihan menu yang tersedia meliputi Ayam Betutu Panggang dengan sambal matah, Balinese Pork Belly dengan sambal terasi, atau Tum Be Pasih dengan sambal kecombrang. Sementara itu, Kura-Kura Island Ale dengan karakter tropis dan fruity menjadi pilihan untuk melengkapi hidangan penutup berupa kue putu. Perpaduan tersebut menghadirkan cita rasa kelapa, gula aren, dan mangga.
Selain menawarkan pengalaman kuliner, acara ini juga menghadirkan suasana rooftop dengan pemandangan hingga 270 derajat, termasuk panorama matahari terbenam di kawasan Pantai Petitenget. Area tersebut memiliki kapasitas sekitar 60 orang untuk konsep pesta berdiri atau standing party.
Franklyn mengatakan, kegiatan Oktoberfest ini terbuka bagi tamu yang menginap maupun pengunjung umum. Sasaran pengunjungnya mencakup wisatawan domestik dan mancanegara. “Semuanya, Pak. Jadi baik tamu yang menginap ataupun tamu yang tidak menginap sama kita. Kita sangat welcome mereka sekali,” ujarnya.
Pihak hotel memperkirakan sekitar 10 hingga 20 orang akan memilih paket Oktoberfest dalam setiap pelaksanaannya. Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan perdana Oktoberfest di Foco Point dan berlangsung setiap Sabtu sepanjang Oktober.
Selain hidangan dan bir, pengunjung juga dapat menikmati penampilan musik akustik secara langsung setiap pekan. Kehadiran musik dan panorama senja diharapkan melengkapi pengalaman bersantap dalam suasana santai.
Balinese Feast × Beer Flight berlangsung pada 3, 10, 17, 24, dan 31 Oktober 2026, pukul 18.00–22.00 WITA, di Above Rooftop Lounge & Bar, Four Points by Sheraton Bali, Seminyak. Paket ini ditawarkan dengan harga Rp350.000 per orang, belum termasuk pajak dan biaya layanan. Reservasi wajib dilakukan minimal satu hari sebelumnya melalui nomor +62 811-3831-5070.
Melalui program ini, Four Points by Sheraton Bali, Seminyak, memadukan perayaan Oktoberfest dengan eksplorasi kuliner lokal. Bir dengan karakter berbeda, hidangan khas Bali, musik akustik, dan pemandangan matahari terbenam menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung selama Oktober.

