Nomer 3 untuk Ganjar Pranowo – Mahfud MD, Berdemokrasi dengan Kegembiraan

0
192

Calon Presiden dan Wakil Presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menyampaikan pidato di kantor kantor KPU di depan massa rakyat, setelah pengundian nomer urut, Jakarta, 14 November 2023.

Balinetizen.com, Denpasar

Dalam sambutannya Ganjar Pranowo Calon Presiden RI yang didukung empat partai: PDI Perjuangan, PPP, Hanura dan Perindo yang mendapat dukungan “mangharu-biru”, dukungan luas, penuh semangat dan penuh keharuan dari massa rakyat pemilik sah di bilik suara.

Calon Presiden dan Wakil Presiden Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menyampaikan pidato di kantor kantor KPU di depan massa rakyat, setelah pengundian nomer urut, Jakarta, 14 November 2023.

Menurut I Gde Sudibya, aktivis demokrasi, pengamat ekonomi politik, ada beberapa catatan menarik, menggugah dan “membakar” suasana hati rakyat yang mencintai dan mendambakan demokrasi tetap tegak, dalam kekumuhan politik yang sedang berlangsung.

Hal yang menjadi catatan penting lanjut I Gde Sudibya adalah berdemokrasilah dengan gembira, dengan kegembiraan, semua pihak mesti ikut aturan main.

Dikatakan, setiap kemungkinan salah guna dari manapun datangnya, akan berhadapan dengan kekuatan nurani rakyat, dan kekuatan hukum alam semesta itu sendiri. Berdemokrasi dengan kegembiraan, mengingatkan Kita akan ucapan Soekarno yang sangat terkenal, “berpolitiklah dengan kegembiraan, karena berpolitik adalah ruang kehidupan mulya untuk mengabdi buat negeri”.

“Ucapan Mas Ganjar ini, merupakan bukti dari banyak bukti, bahwa yang bersangkutan anak ideologis Soekarno, Marhaenis sejati, sehingga pelaksanaan ideologi bangsa yang terjabarkan dalam ajaran Marhaenisme, Tri Cakti Bung Karno, Dasa Sila Bandung, adalah panggilan hidup perjuangannya, perluasan batinnya untuk mengabdi secara penuh buat bangsanya ” kata Gde Sudibya.

Menurut Gde Sudibya, simbol angka 3 – TIGA – direlasikan dengan Sila Ketiga Pancasila, PERSATUAN INDONESIA, jika direlasikan dengan pidato Soekarno di hadapan anggota PPKI (Panitia Persiapan, Kemerdekaan Indonesia), 1 Juni 1945, lebih dari 78 tahun yang lalu, yang kemudian diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Baca Juga :  Terwujudnya POD LNG Abadi Blok Masela, Picu Investasi Migas Indonesia

“Persatuan adalah harga hidup untuk membangun negeri, untuk mencapai cita-cita filosofis idealnya, yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Persatuan berbasis Kebhinekaan, “Bhineka Tunggal Ika” yang telah menjadi sesanti bangsa dan negara,” kata Gde Sudibya, aktivis demokrasi, pengamat ekonomi politik

Dikatakan, dalam pidato tersebut menghimbau anak-anak bangsa tetap tenang dalam dinamika demokrasi yang sedang berlangsung dan punya keberanian moral untuk menjaga proses demokrasi, dari setiap kemungkinan salah guna kekuasaan,yang ingin membelokkan demokrasi menuju titik nadirnya. (Adi Putra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here