Pantai Kuta Tergerus 20 Meter, Pemerintah Bangun Breakwater ‘Raksasa’ Rp260 Miliar

0
291

Balinetizen.com, Badung –

 

Pemerintah terus menunjukkan komitmen menjaga kelestarian alam Bali, salah satunya melalui proyek pembangunan breakwater atau pemecah ombak senilai Rp260 miliar yang tengah dikerjakan di sepanjang Pantai Kuta, Legian, hingga Seminyak. Proyek strategis ini diharapkan mampu menanggulangi abrasi yang telah menggerus garis pantai hingga 15–20 meter dalam beberapa dekade terakhir.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau langsung proyek tersebut pada Senin (13/10/2025), didampingi jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), di antaranya Direktur Sungai dan Pantai Maksal Saputra, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Gunawan Suntoro, serta sejumlah pejabat terkait.

“Hari ini saya datang langsung untuk melihat progres pembangunan breakwater sekaligus revitalisasi bibir pantai sepanjang Kuta, Legian, dan Seminyak. Ada sekitar 5,3 kilometer garis pantai yang mengalami abrasi cukup parah,” ujar AHY.

Menurut AHY, proyek ini mencakup pembangunan lima unit breakwater dengan panjang masing-masing sekitar 110 meter. Struktur tersebut dirancang untuk memecah gelombang laut sehingga dapat mengurangi tekanan ombak ke daratan dan mencegah abrasi lebih lanjut.

Selain pembangunan breakwater, proyek ini juga akan melakukan sand nourishment, yaitu pengisian kembali pasir pantai agar kondisi garis pantai dapat kembali seperti semula. Pasir yang digunakan berasal dari wilayah Jimbaran, karena memiliki karakteristik serupa dengan pasir alami di kawasan Kuta.

“Kita ingin kembalikan kondisi pantai ke bentuk awalnya. Ini bukan hanya soal melindungi lingkungan, tapi juga menjaga ekonomi dan sektor pariwisata Bali,” tambah AHY.

Pembangunan breakwater ini merupakan bagian dari kerja sama loan dari Japan International Cooperation Agency (JICA), dengan pelaksana proyek oleh PT Adhi Karya. AHY berharap proyek ini dapat rampung sesuai target pada akhir tahun 2026.

Baca Juga :  Bupati Sanjaya Apresiasi Karya Krama Banjar Lodalang Kukuh Marga

“Progresnya saat ini sudah mencapai 18 persen. Ada tantangan pasang surut air laut yang membuat jam kerja alat berat terbatas, namun kami pastikan proyek tetap berjalan aman dan sesuai jadwal,” jelasnya.

Pantai Kuta merupakan salah satu ikon pariwisata Bali yang menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Namun, abrasi yang terjadi selama puluhan tahun mulai mengancam berbagai fasilitas publik, hotel, restoran, hingga kawasan usaha mikro di pesisir.

AHY menegaskan, proyek semacam ini tidak hanya bertujuan memperkuat infrastruktur, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.

“Bali adalah andalan Indonesia di sektor pariwisata. Karena itu, melindungi pantainya berarti menjaga mata pencaharian masyarakat dan citra pariwisata nasional,” tegasnya.

Kementerian PUPR sendiri terus memantau dan memetakan wilayah lain di Bali yang berpotensi mengalami abrasi. Upaya mitigasi serupa akan dilakukan secara bertahap di kawasan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.

Dengan selesainya proyek breakwater ini nanti, pemerintah berharap kawasan pantai Kuta, Legian, dan Seminyak tidak hanya lebih terlindungi dari ancaman abrasi, tetapi juga semakin indah dan aman untuk dinikmati wisatawan.

(Jurnalis : Tri Widiyanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here