Balinetizen.com, Jembrana
Pasokan air bersih dari PDAM Tirta Amertha Jati ke wilayah Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali sejak beberapa hari ngadat. Akibatnya sejumlah pelanggan khususnya di Lingkungan Pendem harus meminta air bersih ke tetangga yang memiliki sumur
Selain meminta air bersih ke tetangga, beberapa pelanggan juga harus merogoh kocek untuk membeli air mineral ukuran galon guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan ada yang mencari air ke sungai dengan menggunakan timba atau ember.
“Sudah dua minggu ini air PDAM tidak keluar,” ujar Putu Suryantara, salah seorang pelanggan PDAM, Senin (10/6/2024).
Untuk mendapatkan air bersih, ia terpaksa meminta ke tetangga yang memiliki sumur atau sumur bor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan mandi. “Saya harap ini segera diatasi apalagi air menjadi kebutuhan utama,” harapnya
Harapan senada disampaikan Wayan Kariana, pelanggan lainnya. Warga Lingkungan Pendem ini mengaku sudah melaporkan ke petugas PDAM namun belum ada tindak lanjut sampai sekarang.
Disebutnya pasokan air PDAM tidak sepenuhnya mati. Hanya saja mengalir pada waktu tertentu dan tidak lama. “Tidak normal seperti biasa. Pagi tidak ada. Siang ada, cuma sebentar, mungkin hanya 2 jam. Kalau malam sekitar jam 10 atau 11, cuma tidak lama. Kita harus bersabar,” ungkapnya.
Sementara itu Direktur PDAM Tirta Amertha Jati Jembrana, I Gede Puriawan mengatakan, air yang mengaliri warga di Kelurahan Pendem bersumber dari sumur bor yang ada di lokasi Jalan Surapati kawasan civic centre Kantor Bupati Jembrana.
“Mungkin disebabkan debit air di sumur bor kawasan civic centre menurun atau karena ada kebocoran pipa sehingga pasokan air ke pelanggan terganggu,” jelasnya.
Kedua kemungkinan tersebut menurutnya akan segera ditindaklanjuti dengan cara menaikan pompa atau memperbaiki pompa. Langkah selanjutnya melakukan pengecekan untuk mengetahui apakah ada kebocoran di pipa jaringan.
“Kita cek dulu, termasuk tekanan air. Apakah normal seperti biasa atau menurun. Kalau terjadi kebocoran, kita perbaiki,” ungkapnya.
Ia memastikan akan segera mencari tahu sumber penyebab sehingga air tidak mengalir di Kelurahan Pendem. Dan pelanggan diminta untuk bersabar karena saat perbaikan nanti membutuhkan waktu yang cukup lama. “Saya akan bersurat. Mohon pelanggan bersabar,” sebutnya. (Komang Tole)

