Balinetizen.com, Jembrana-
Memasuki H-6 Arus mudik Lebaran 2023 mulai terlihat ramai. Kendaraan dan penumpang yang hendak menyeberang ke Jawa mulai memadati Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali.
Data ASDP Pelabuhan Gilimanuk dari hari Minggu (16/4/2023) pukul 08.00 Wita sampai Senin (17/4/2023) pukul 08.00 Wita tercatat penumpang pejalan kaki sebanyak 1.020 orang naik 246 persen dari tahun 2022 sebanyak 295 orang. Sedangkan penumpang dalam kendaraan 41.740 orang atau naik 59 persen dari tahun 2022 sebanyak 26.250 orang.
Kemudian kendaraan roda dua sebanyak 6.893 unit, kendaraan keluarga dan sedan sejenisnya sebanyak 3.157 unit serta pickup 745 unit. Kemudian kendaraan bus 444 unit. Sedangkan truk 1.550 unit, turun dari tahun 2022 lalu dengan jumlah 1.649 unit.
Manager ASDP Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Djumadi dikonfirmasi Senin (17/4/2023) mengatakan kondisi arus mudik Lebaran di Pelabuhan Gilimanuk masih landai, mengalir dan lancar.
Pengguna jasa angkutan yang akan menyeberang ke Jawa menurutnya mulai ada peningkatan namun tidak menimbulkan antrian hingga meluber melewati areal pelabuhan. “H-6 Lebaran ini kita operasikan 30 kapal, naik 7 persen dibandingkan tahun 2022 ada 28 kapal” ujarnya.
Lonjakan arus mudik diprediksi akan terjadi saat dimulainya libur cuti bersama pada tanggal 19 April 2023 mendatang. Dan untuk mengantisipasi terjadinya penumpukan kendaraan pengguna jasa pelabuhan akan dilakukan beberapa skenario. Diantaranya penjadwalan keberangkatan kapal atau penambahan kapal yang sifatnya insidentil.
Dikonfirmasi terpisah Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan pantauan dari dua hari terakhir mulai tanggal 15 dan 16 April memang ada sedikit kenaikan arus mudik dari 4000 menjadi 7000. Namun tidak menimbulkan penumpukan kendaraan.
Kemudian menghindari adanya penumpukan kendaraan, Kapolres Jembrana menghimbau pengguna jasa penyeberangan untuk membeli tiket online terlebih dahulu. Dan tiba di Pelabuhan Gilimanuk lebih awal atau dua jam sebelum tiket keberangkatan sehingga tidak terjadi kemacetan.
“Dilihat dari analisis ASDP bahwa kapasitas areal pelabuhan (Gilimanuk) 12 ribu dalam 24 jam. Tapi kalau 12 ribu ini datangnya diwaktu bersamaan tentu akan ada antrian* jelasnya.
Namun sambung Kapolres, kalau pengguna jasa pelabuhan memungkinkan bisa membagi waktu dengan datang sesuai tiket online semua akan terurai dengan baik. “Jadi, kalau bisa membagi waktu sesuai dengan tiket online saya kira yang 12 ribu itu dalam waktu 24 jam akan terurai” pungkasnya.
Pewarta : Komang Tole

