Peneliti Undiksha Hadirkan Inovasi: Nanokomposit Silika-Karbon Berbasis Sekam Padi untuk Material Maju Berkelanjutan

0
37

 

Balinetizen.com, Buleleng

Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui tim penelitinya kembali menghadirkan inovasi unggulan di bidang material maju melalui pengembangan Nanokomposit Silika-Karbon, sebuah material cerdas yang berpotensi menjadi pengganti kayu alam sekaligus mendukung pengembangan industri berkelanjutan.

Inovasi ini dikembangkan oleh Prof. Dr. rer.nat. I Wayan Karyasa bersama tim peneliti Undiksha. Produk tersebut tidak hanya menawarkan nilai ekonomi yang menjanjikan, tetapi juga menjadi solusi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap kayu alam, sehingga berkontribusi pada upaya pelestarian hutan tropis dan keberlanjutan lingkungan.

Pengembangan nanokomposit silika-karbon ini didukung pendanaan dari Program Hilirisasi Strategis Prioritas, skema Dorongan Teknologi, Direktorat Hilirisasi dan Kemitraan (DHK), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2026.

Prof. Karyasa menjelaskan nanokomposit silika-karbon merupakan material maju dengan berbagai potensi pemanfaatan lintas sektor. Selain dapat digunakan sebagai bahan dasar kayu sintetik berkualitas tinggi, material ini juga dapat diolah menjadi bahan baku produksi bio-silika dan bubuk silikon-karbida.

Lebih lanjut, material ini juga memiliki potensi sebagai elektroda pengganti grafit, material mekanik pengganti plat baja dan plat karbon, serta membuka peluang pengembangan di bidang elektronik dan optik. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi tersebut memiliki cakupan aplikasi yang sangat luas dalam mendukung kebutuhan teknologi masa depan.

“Nanokomposit silika-karbon memiliki karakteristik unggul yang membuatnya sangat potensial untuk berbagai aplikasi industri. Material ini kuat, tahan lama, dan memiliki stabilitas performa yang tinggi,” ungkapnya.

Dari sisi keunggulan teknis, nanokomposit silika-karbon memiliki ketahanan tinggi terhadap kelembaban, suhu ekstrem, serta proses penuaan material. Selain itu, material ini tidak mudah lapuk, tidak mudah pecah, tahan terhadap serangan rayap, memiliki masa simpan yang panjang, serta mampu mempertahankan performa secara konsisten dalam jangka waktu lama.

Baca Juga :  Presiden Jokowi akui "dibisiki" kasus COVID-19 bisa lewati India

Untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset tersebut, Undiksha mendorong proses hilirisasi melalui berbagai skema strategis yang menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan dunia industri. Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Business Matching, Sabtu (13/6/2026) yang melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Buleleng, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Buleleng, serta pelaku dunia usaha dan dunia industri. Selain itu, hadir pula akademisi dari Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Sutikno yang turut memberikan pandangan tentang luaran dan tagihan program dorongan teknologi.

FGD tersebut menjadi ruang strategis untuk menjaring masukan, saran, serta rekomendasi terkait pengembangan produk dan pengelolaan bisnis nanokomposit silika-karbon.

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha, Prof. Dr. Gde Wawan Sudatha, menegaskan hilirisasi hasil penelitian dosen terus menjadi prioritas universitas agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian.

“Hasil penelitian tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah. Melalui program hilirisasi, kami memastikan inovasi dari kampus dapat diterapkan secara nyata, memberikan nilai tambah, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Melalui dukungan program pendanaan nasional serta kolaborasi lintas sektor, Undiksha optimistis bahwa nanokomposit silika-karbon dapat berkembang menjadi salah satu inovasi material unggulan Indonesia yang berdaya saing tinggi, sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan berbasis riset dan teknologi. GS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here